mumutiahs

Rumah Betang Tempat Tinggal Tradisional Di Kalimantan Tengah

DaerahKita 15/06/2019

Setiap daerah memiliki seni dan budayanya masing-masing, termasuk dalam hal bentuk tempat tinggal. Di Kalimantan Tengah, tempat tinggal masyarakat adat setempat adalah berupa rumah panjang yang berbentuk rumah panggung bernama Rumah Adat Betang. Biasanya Rumah Betang memiliki ketinggian tiga sampai lima meter dari permukaan tanah. Rumah Betang ini dihuni oleh Suku Dayak yang mayoritas hidup berkelompok membentuk koloni dari anggota keluarga mereka.



Jumlah anggota keluarga yang banyak, mempengaruhi bentuk dan ukuran dari rumah yang ditempati. Rumah dibuat panjang dan besar untuk menampung seluruh anggota keluarga besar. Cara hidup bersama seperti ini merupakan kebiasaan yang sudah lama dipraktekkan secara turun -temurun. Suku Dayak sendiri merupakan suku asli yang tinggal di Kalimantan. Suku ini tersebar di Kalimantan dan sebagian di Malaysia.

Bagi Suku Dayak, Rumah Betang dibangun bukan sekedar untuk tempat tinggal belaka. Tetapi lebih dari itu Rumah Betang Suku Dayak memiliki fungsi lain dengan nilai adat yang tinggi. Rumah Betang selalu berbentuk panggung dan panjang sesuai dengan namanya. Bentuk ini dipilih bukan tanpa alasan. Bentuk rumah betang yang berbentuk panggung berfungsi untuk:

  • Menghindarkan rumah dari ancaman banjir. Karena di Kalimantan banyak terdapat sungai, maka umumnya Rumah Betang Suku Dayak di bangun di pinggir sungai. Air sungai sering meluap di musim penghujan bisa menimbulkan banjir.
  • Melindungi penghuninya dari gangguan binatang buas.
  • Melindungi para penghuni dari serangan musuh.

ywcan
Rumah Betang Kalimantan Tengah

Dengan bentuknya yang memanjang, Rumah Betang mampu menampung hingga sekitar 150 jiwa atau lima hingga 30 kepala keluarga atau bahkan lebih. Ini memungkinkan mereka untuk tetap berada di bawah satu atap, agar mereka mudah berkomunikasi dan saling melindungi serta saling membantu dalam hal apapun seperti kebutuhan sehari-hari, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Rumah Betang biasanya dibangun dengan bagian hulu menghadap timur dan sedangkan bagian hilirnya menghadap barat. Ini merupakan sebuah simbol bagi masyarakat Dayak. Hulu yang menghadap timur atau matahari terbit memiliki makna kerja keras, yaitu bekerja seawal mungkin. Sedangkan hilir yang menghadap barat atau matahari terbenam memiliki makna filosofis, tidak akan pulang atau berhenti bekerja sebelum matahari terbenam.



Ciri-ciri khusus Rumah Betang Suku Dayak adalah sebagai berikut:

  • Arah hulu rumah menghadap Timur dan Hilir menghadap Barat.
  • Tinggi rumah dari tanah antara tiga meter hingga lima meter.
  • Panjang rumah mulai dari 30 meter hingga 150 meter dengan lebar sekitar 30 meter.
  • Dinding terbuat dari kayu berarsitektur jengki dengan atap pelana memanjang.
  • Memiliki sebuah tangga yang dinamakan hejot dan satu pintu masuk. Tangga hanya bisa dilewati oleh satu orang saja karena lebarnya hanya sekitar 50 cm. Jika malam tiba, tangga tersebut akan diangkat kemudian dimasukkan ke dalam rumah. 
  • Biasanya terdapat sebuah patung yang dinamakan rancak yang diletakkan didekat pintu masuk, patung itu sendiri merupakan patung persembahan bagi nenek moyang mereka. Sebelum diletakkan di depan pintu biasanya patung atau Rancak telah melalui sebuah proses upacara adat.
  • Bagian tengah rumah biasanya dihuni oleh tetua adat.
  • Dinding dan tiangnya memiliki ukiran yang mengandung falsafah hidup Suku Dayak.
  • Di halaman rumah terdapat Totem atau patung pemujaan.

sastri
Suasana di dalam Rumah Betang

Sedangkan ruangan di dalam Rumah Betang terbagi menjadi:

  • Sado: pelataran merupakan jalur lalu-lalang penghuni rumah atau tempat melakukan aktifitas seperti tempat musyawarah adat, tempat menganyam, tempat menumbuk padi dan lain-lain.
  • Padong: yaitu ruang keluarga berdimensi antara 4×6 meter. Biasanya masing-masing kepala keluarga memiliki satu padong yang digunakan untuk berkumpul makan, minum, menerima tamu dan lain-lain.
  • Bilik: dipergunakan untuk tempat tidur. Bilik hanya dipisahkan dengan kelambu saja, baik bilik suami istri, bilik anak laki-laki, maupun bilik anak perempuan.
  • Dapur: Ruang yang terakhir adalah dapur, dalam satu rumah memiliki satu dapur yang biasanya terletak dibelakang.


Untuk melihat Rumah Betang secara langsung, silahkan coba datang ke daerah-daerah berikut:

  • Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Rumah yang dibangun tahun 1870 ini langsung menghadap ke sungai Kahayan.
  • Desa Tumbang Bukoi, Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
  • Desa Sei Pasah Kecamatan kapuas Hilir Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
  • Rumah Betang Muara Mea yang ada di Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Rumah adat ini memang dibangun pemerintah untuk melestarikan budaya dan sekarang sudah menjadi destinasi wisata di Desa Muara Mea. Rumah Betang yang ada di dekat Taman Nasional Gunung Lumut,terlihat sederhana tapi masih sangat alami.
  • Rumah Betang Tambaba yang ada di wilayah Barito Utara yang menjadi rumah adat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Rumah adat ini dibangun dengan material kayu ulin dengan struktur khas yang sesuai dengan kepercayaan suku Dayak. Rumah betang tambaba ini menjadi salah satu cagar budaya di Kalimantan Tengah.
  • Rumah Betang Toyoi bisa anda lihat dengan berkunjung ke Desa Tumbang Malahoi. Ketika berkunjung kesana, anda akan disambut dengan upacara adat bernama Tapung Tawar yang memang harus dilakukan sebab dipercaya bisa mengusir roh jahat sebelum anda masuk ke Rumah Betang tersebut. Rumah betang toyoi ini diberikan nama toyoi sesuai dengan pendiri rumah betang tersebut yang bernama Toyoi Panji. Sedangkan usia kayu ulin yang menjadi material pembuatan rumah ini sudah mencapai usia 150 tahun. Bagian dalam rumah ini menggunakan kayu ulin dan untuk bagian luar rumah dilapisi dengan kulit kayu. Selain itu, rumah adat ini juga menggunakan tiang dengan bentuk bulat persegi yang semakin menambah keunikan rumah adat ini sebab tiang tersebut bisa dibentuk sedemikian rupa hanya dengan memakai alat yang sederhana, tidak memakai paku namun masih tetap berdiri dengan kokoh hingga sekarang.
  • Rumah Betang Damang Batu yang ada di wilayah Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Gunung Mas. Untuk karakteristik rumah adat Kalimantan Tengah ini sebenarnya sama seperti rumah betang lain yakni menghadap ke Sungai Kahayan dan yang dibangun oleh Tamanggung Runjan seorang penduduk Tewah di tahun 1868.
  • Di Kotawaringin Barat, Rumah Betang banyak terdapat di daerah Arut Utara. Namun di tengah kota, juga terdapat satu replika Rumah Betang yang dapat dikunjungi wisatawan. Tepatnya di Desa Pasir Panjang, Pangkalanbun, Kotawaringin Barat.

Jika Anda berkunjung ke Kalimantan Tengah, jangan lupa datang pula ke lokasi Rumah Betang yang unik ini. Dari Rumah Betang ini kita bisa mendapat gambaran tentang sikap mulia masyarakat Dayak. Rumah panjang tersebut mencerminkan perilaku masyarakat setempat yang mengutamakan persaudaraan dan kebersamaan.

Tags budaya arsitektur seni wisata bangunan rumah adat
Referensi: Dari berbagai sumber





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0