travellingyuk

Kota Terdingin di Indonesia Ternyata ada di Provinsi Papua

DaerahKita 13/06/2019

Indonesia terletak di kawasan equator (khatulistiwa), karenanya memiliki iklim tropis. Dengan iklim seperti itu, di sini tidak dikenal empat musim seperti di kawasan subtropis, sehingga kita tidak pernah mengalami musim dingin di Indonesia. Tapi apakah semua daerah di Indonesia itu panas udaranya? Ternyata tidak. Ada daerah-daerah yang memiliki suhu yang rendah sehingganya udaranya terasa dingin. Itu bisa terjadi di kawasan pegunungan atau dataran tinggi. Misalnya saja yang cukup populer di Puncak (Jawa Barat), Dieng (Jawa Tengah), Batu (Jawa Timur), Brastagi (Sumatera Utara), Padang Panjang (Sumatera Barat), dan lain-lain.



Lalu di antara tempat-tempat dingin yang ada, kota manakah yang paling dingin di Indonesia? Jawabannya adalah Distrik Mulia atau Kota Mulia, di Papua. Kota yang menjadi bagian dari Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua ini memiliki daratan seluas 883 km persegi. Kabupaten Puncak Jaya merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Puncak pada 2008. Kota Mulia diketahui menjadi kota paling dingin di Indonesia karena letaknya di pegunungan. Maka dari itu, sebagian penduduknya masih menempati Honai yaitu rumah adat Papua. Rumah Honai yang tanpa jendela bisa membuat udara dingin tidak mudah masuk ke rumah.

tribunnews
Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya dari atas tampak berkabut

Kota Mulia adalah kawasan permukiman penduduk dengan posisi paling atas di Indonesia karena letaknya berada di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pada siang hari, suhu di sana sekitar 15 derajat Celcius. Saat malam hari, suhu di kota ini menurun hingga mencapai 9 derat celcius. Bahkan, karena jaraknya tidak begitu jauh dari Pegunungan Jaya Wijaya, membuat suhu udara di wilayah ini bisa terus turun hingga mencapai titik beku. Selain itu, untuk curah hujan di kawasan Kabupaten Puncak Jaya Wijaya menurut data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) terjadi hampir sepanjang tahun.



Walaupun berada di lembah gunung, Distrik Mulia sudah terkena arus modernisasi dengan adanya sejumlah kantor pemerintah. Bahkan, jalan raya di daerah ini pun sudah dilapisi aspal. Fasilitas publik telah terlengkapi di pemukiman penduduk yang sudah tersebar di seluruh penjuru Distrik Mulia seperti rumah ibadah, rumah sakit, sekolah dan tempat olahraga untuk melayani warga masyarakat setempat. Jumlah penduduk Kota Mulia mencapai lebih dari 20 ribu jiwa . Selain itu, Distrik Mulia juga memiliki sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai sumber listrik.

ediginting
Honai, rumah tradisional warga Papua

Kota Mulia juga memiliki satu bandara kecil. Hanya pesawat jenis Caravan yang bisa digunakan untuk mencapai darah ini. Pesawat Caravan, pesawat dengan satu baling-baling di depan, hanya berisi 9 orang saja, penerbangan sekitar satu jam dari Jayapura dan harus melewati sela-sela gunung. Di sini kabut sering terjadi pada pagi dan sore hari, sehingga kerap menghambat/mengganggu lalu lintas penerbangan. Selain dengan pesawat terbang, kita juga bisa gunakan jalur darat untuk menuju ke Kota Mulia. Namun, waktu tempuhnya lebih lama, yaitu 16 jam.

Selain suhunya dingin, Distrik Mulia juga memiliki pemandangan yang mengagumkan. Mereka yang tinggal di wilayah ini dapat menyaksikan lembah hijau, jernihnya aliran sungai, yang sudah pasti akan memanjakan mata.

Tags kota geografi wisata liburan dingin alam pegunungan
Referensi: Dari berbagai sumber





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0