jelajahsamboja

Ikan Pesut Sungai Mahakam, Mamalia Air Tawar Yang Langka

DaerahKita 12/06/2019

Pulau Kalimantan, tepatnya Provinsi Kalimantan Timur memiliki hewan yang langka dan sangat sulit untuk ditemui. Hewan mirip lumba-lumba itu tersebut bernama ikan pesut. Karena merupakan hewan khas sungai Mahakam, maka pesut menjadi salah satu ikon yang masuk ke dalam lambang Kota Samarinda. Bahkan, di dekat kantor gubernur Kalimantan Timur, terdapat monumen pesut.

Pesut adalah hewan mamalia yang hidup di air dan tergolong mamalia unik. Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut atau nama latinnya Orcaella brevirostris ini hidup di air tawar di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis.Pesut termasuk anggota keluarga (Family) Delphinidae bersama-sama dengan lumba-lumba, paus pilot dan paus pembunuh (Orca). 



Pesut Mahakam termasuk salah satu sub-species dari populasi pesut di Sungai Irrawaddy (Myanmar), Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam), Danau Songkhla (Thailand), dan Malampaya (Filipina). Karena itu dalam bahasa Inggris, pesut disebut "Irrawaddy Dolphin".

Jaman dahulu Pesut ini banyak ditemui di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur yang merupakan Sub populasi dari hewan ini, sehingga kemudian ditetapkan menjadi Fauna Identitas Propinsi Kalimantan Timur. Tetapi sekarang sangatlah jarang dan berita terakir populasi dari Pesut ini tidak lebih dari 70 ekor.

tribunnews
Dua ikan pesut Mahakam tampak melompat ke permukaan air

Sebagai makhluk mamalia, pesut termasuk hewan berdarah panas, bereproduksi dengan melahirkan anak dan menghasilkan susu untuk anak-anaknya, serta bernapas menggunakan paru-paru. Karena memiliki paru-paru, saat bernafas pesut akan menghirup udara dengan cara naik ke permukaan setiap 70-150 detik sekali. Tetapi sering kali yang muncul ke permukaan hanya kepalanya saja, lalu ia menyemburkan air dari mulutnya sambil bergerak dalam kawanan kecil, yang terdiri dari 3-6 ekor pesut.

Walaupun kadang disebut ikan pesut, tapi hewan ini sebenarnya bukan ikan. Banyak orang salah mengira, karena pesut hidup di air disamakan sebagai ikan. Ini adalah anggapan yang keliru. Secara ilmu biologi pesut masuk kategori hewan mamalia, bukan jenis ikan. Dari bentuk bagian ekornya pun sudah tampak tidak seperti ikan yang tegak lurus horizontal pada bagian pucuk ekornya.

Pesut Mahakam ini mempunyai panjang yang bisa mencapai 2,5 meter dengan berat mencapai 130 kg. Bentuk badan Pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Hewan ini mempunyai kepala berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan ada lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.

bertuahpos
Pesut Mahakam gemar menyemburkan air dari mulutnya

Ikan Pesut mempunyai penglihatan yang tidak tajam, ditambah lagi air sungai yang keruh mengurangi daya lihatnya. Tetapi hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini mempunyai kemampuan echolocation (ekolokasi) yang menuntunnya bergerak. Pesut akan mengeluarkan gelombang ultrasonik atau biosonar dan menangkap pantulannya untuk menghindari tabrakan dari benda benda yang berada di sekitarnya ketika berenang di dalam air. Komunikasi yang dilakukan antar Pesut juga dilakukan menggunakan suara-suara seperti cicitan.



Populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor (2005). Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut Mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya.

kumparan
Seekor pesut Mahakam berenang di permukaan air

Pesut melahirkan anaknya, dan Pesut biasanya matang kelamin pada usia 7 hingga 9 tahun. Tidak ada yang tahu persis berapa lama ia mengandung bayinya, perkiraan kasarnya sekitar 9 hingga 14 bulan. Sekali melahirkan, Pesut melahirkan satu ekor anak saja yang beratnya sekitar 10 kg dan anak tersebut diasuh oleh induknya selama 2 tahun sebelum akhirnya disapih.



Dengan siklus seperti itu, seekor betina Pesut hanya melahirkan anaknya setiap 3 tahun sekali. Sementara perkiraannya umur hidup Pesut dapat mencapai 28 tahun. Umur yang tak begitu panjang serta kemampuan reproduksi yang lambat tidak membantu mereka untuk melestarikan diri dari ancaman bahaya kepunahan yang semakin meningkat.

Rendahnya populasi ini membuat lumba-lumba air tawar ini menjadi salah satu binatang paling langka di Indonesia. Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered Species (spesies yang hampir punah) yaitu tingkat keterancaman tertinggi.

Di Indonesia sendiri, pesut Mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Mari kita sama-sama peduli dengan kelestarian hewan langka ini.

Tags ikan satwa hewan fauna mamalia alam
Referensi:
  1. Getborneo.com
  2. Tribunnews.com
  3. Bibitikan.com
  4. Beritagar.id






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0