ksmtour

Fenomena Unik Kulminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak

DaerahKita 31/05/2019

Kota Pontianak, ibukota Provinsi Kalmantan Barat, memiliki sebuah ikon terkenal berupa Tugu Khatulistiwa. Monumen ini menjadi penanda bahwa Kota Pontianak merupakan sebuah kota yang dilalui oleh Garis Khatulistiwa atau Garis Equator. Pada garis ini, garis nol derajat Lintang Utara dan Lintang Selatan saling bertindihan sehingga membelah bumi secara horizontal menjadi dua bagian yang sama, yaitu bumi bagian utara (northern hemisphere) dan bumi bagian selatan (southern hemisphere).

Lokasi tugu yang pertama kali dibangun di masa pemerintahan Hindia Belanda itu merupakan hasil penilitian oleh tim Ekspedisi yang dipimpin seorang Ahli Geografi berkebangsaan Belanda. Karena keterbatasan teknologi pada masanya, ketika itu mereka hanya mengandalkan metode secara Astronomi, artinya bahwa Pengukuran yang mereka lakukan tanpa mempergunakan alat yang canggih semacam Satelit atau GPS karena teknologi itu belum ada. Mereka hanya berpedoman pada garis yang tidak “smooth” atau garis yang tidak rata/bergelombang, serta berpatokan pada benda-benda alam seperti, rasi bintang (ilmu falaq).

tripadvisor
Bayangan tonggak perlahan menghilang saat kulminasi

Ketika pada Maret 2005, tim dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan penelitian, barulah diketahui bahwa lokasi yang sebelumnya diyakini titik nol derajat ternyata tidak tepat. Pada penelitian tersebut lalu dilakukan koreksi untuk menentukan lokasi pasti titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Pengecekan itu menggunakan teknologi modern. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial, memanfaatkan Global Positioning System (GPS) dan stake-out.

 

Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa posisi Tugu Khatulistiwa saat ini berada di 0° 0’ 3,809” Lintang Utara; dan 109° 19’ 19,9” Bujur Timur. Titik tersebut tidak benar benar pada nol derajat. Posisi 0° 0’ 0” ada di luar taman, tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas. Berdasarkan hasil koreksi BPPT terlihat bahwa para ahli geografi Belanda saat itu sudah memiliki metode yang nyaris tepat dengan peralatan sederhana dengan hanya sedikit kesalahan penempatan titik tugu yang berbeda 117 meter dari lokasi hasil koreksi.

Posisi nol derajat sebenarnya kini dibuatkan taman dan menjadi pusat kegiatan kulminasi matahari. Kulminasi atau equinox memiliki arti puncak tertinggi, tingkatan tertinggi, atau titik tertinggi yang dicapai suatu benda langit dalam peredarannya. Secara istilah kontesktual, kulminasi atau equinox diartikan sebagai  fenomena alam ketika matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa. Fenomena alam unik ini terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni antara tanggal 21-23 Maret yang disebut dengan vernal equinox, tanda awal musim semi, dan 21-23 September disebut dengan autumnal equinox, sebagai tanda awal musim gugur di bagian bumi lainnya.

tajuktimur.com
Saat terjadi kulminasi matahari, telur mudah berdiri

Pada saat terjadi kulminasi, posisi matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda-benda di permukaan bumi tidak tampak. Jika kita berdiri di tempat terbuka di sekitar Tugu Khatulistiwa pada pukul 11.30 hingga 12.30, maka kita tidak akan melihat ada bayangan tubuh kita sendiri di permukaan tanah tempat kita berdiri.

Fenomena lain yang sangat menarik saat itu adalah telur yang bisa berdiri. Caranya bisa menggunakan sebutir telur ayam. Telur tersebut diletakkan secara hati-hati dalam posisi berdiri di atas lantai datar yang keras. Kemudian perlahan-lahan coba lepaskan genggaman dari telur tersebut. Setelah beberapa saat mencoba, telur itu pun akan tetap berdiri, tidak terguling. Fenomena ini terjadi akibat kulminasi matahari yang juga menghasilkan gaya gravitasi yang cukup kuat sehingga bisa membuat telur berdiri tegak di titik nol derajat ini.

Tugu Khatulistiwa memang sangat cocok sebagai tujuan wisata edukatif, karena di sana kita bisa melakukan observasi langsung tentang fenomena alam kulminasi matahari yang sangat unik. Dan untuk semakin memacu minat para pengunjung datang, pengelola juga memberikan sertifikat kepada para pengunjung, berupa Piagam Perlintasan Khatulistiwa.

Tags tugu monumen sejarah sains sainstek geografi wisata edukasi
Referensi:
  1. borneochannel.com
  2. Dari berbagai sumber






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0