jakartatempodulu-56

Sejarah Taman Margasatwa Ragunan Jakarta, Kebun Binatang Tertua di Indonesia

DaerahKita 30/05/2019

Kita sering mendengar Kebun Binatang Ragunan sebagai salah satu tempat tujuan wisata bagi masyarakat saat liburan tiba. Bahkan pada momen-momen seperti hari Lebaran, pengunjung kebun binatang yang memiliki nama resmi Taman Margasatwa Ragunan ini akan meningkat drastis, sehingga masuk dalam pemberitaan di berbagai media online maupun televisi. Tak heran, sebab kebun binatang ini memiliki koleksi satwa yang lumayan lengkap dan sangat akrab di telinga masyarakat karena merupakan Kebun Binatang tertua yang ada di Indonesia. Lalu, tahukah Anda seperti apa sejarah Taman Margasatwa Ragunan ini?

Kebun binatang yang berada di Jakarta ini, awalnya tidak berlokasi di Ragunan, Jakarta Selatan tapi di Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat. Saat pertama berdiri, kebun binatang ini menempati lahan seluas 10 hektar dan dikelola oleh Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia atau Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia.

wikipedia
Gerbang pintu masuk ke Kebun Binatang Cikini

Lahan 10 hektar tersebut merupakan hibah yang diberikan oleh Raden Saleh, seorang pelukis paling kenamaan Indonesia saat itu. Pada 1864, di atas lahan tersebut dibangun Planten en Dierentuin atau Taman dan Kebun Binatang. Kebun dan Taman Binatang ini sangat populer di kalangan masyarakat Batavia (kini Jakarta) karena terbuka untuk umum.

Memasuki pertengahan abad 20 antara tahun 1946-1949, Planten en Dierentuin berganti nama menjadi Kebun Binatang Cikini. Saat itu, Kebun Binatang Cikini menjadi salah satu tempat favorit warga Jakarta untuk berwisata. Namun demikian, lokasi Kebun Binatang Cikini yang berada di pusat kota ini tak memungkinkan lagi untuk berkembang. Kebun binatang ini tak bisa lagi diperluas padahal penambahan ruang untuk koleksi binatang masih tetap dilakukan.

Dengan perkembangan Jakarta, Cikini menjadi tidak cocok lagi untuk peragaan satwa. Pada tahun 1964. Pada masa Gubernur DCI Jakarta Dr. Soemarno dibentuk Badan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Kebun Binatang untuk memindahkan dari Jl. Cikini Raya no 73 ke kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang diketuai oleh Drh. T.H.E.W. Umboh. Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektar di Ragunan , Pasar Minggu. Jaraknya kira-kira 20 Km dari pusat kota. Kepindahan dari Kebun Binatang Cikini ke Ragunan membawa lebih dari 450 ekor satwa yang merupakan sisa koleksi terakhir dari Kebun Binatang Cikini.

thetripcorner
Patung Raden Saleh, pelukis kenamaan Indonesia

Kebun binatang baru pun dibangun di atas lahan seluas 85 hektar dengan menghabiskan waktu sekitar 2 tahun. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin kemudian meresmikan kebun binatang baru yang bertepatan dengan HUT Kota Jakarta ke-439, yakni pada tanggal 22 Juni 1966. Saat diresmikan, kebun binatang baru ini diberi nama Taman Margasatwa Jakarta.

Sepuluh tahun kemudian tepatnya 1974, Taman Margasatwa Jakarta kembali berubah nama menjadi Kebun Binatang Ragunan dipimpin oleh Benjamin Galstaun direktur pertama waktu itu. Pada tahun 1983 tempat ini berubah namanya menjadi Badan Pengelola Kebun Binatang Ragunan. Kemudian Pada tahun 2001 berubah lagi menjadi Kantor Taman Margasatwa Ragunan.

Perubahan nama terus terjadi, tahun 2009 berubah menjadi UPT (Unit Pelayanan Teknis) Taman Margasatwa Ragunan. Pada tahun 2010 namanya berubah menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) Taman Margasatwa Ragunan. Saat ini luas Taman Margasatwa Ragunan mencapai 147 Hektar dengan koleksi satwa 2101 ekor satwa dari 220 spesies. Terakhir, pada tahun 2015 BLUD Taman Margasatwa Ragunan berubah namanya menjadi Kantor Pengelola Taman Margasatwa Ragunan sesuai dengan Perda Nomor 12 Tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

detak
Pengunjung begitu ramai di saat musim liburan seperti hari Lebaran

Sejarah panjang Kebun Binatang Ragunan yang telah mencapai usia 1,5 abad atau lebih dari 150 tahun ini juga tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Selain sebagai salah satu tempat wisata paling favorit di Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan juga menjadi suaka atau perlindungan hewan dari kepunahan. 90% koleksi binatang di Ragunan adalah hewan asli Indonesia dari seluruh pelosok nusantara.

Di samping hewan asli Indonesia, cukup banyak pula koleksi binatang dari benua Asia, Afrika, Eropa hingga Amerika dan Australia. Bahkan beberapa koleksi tersebut tergolong sangat langka seperti Gajah, Harimau Benggala, Harimau Putih, Singa, Kuda Nil, Jerapah, Unta, Komodo, hingga golongan primata dari jenis kera sampai Orang Utan, Simpanse atau Gorila. Cukup banyak juga koleksi mamalia dan reptilia di Taman Margasatwa Ragunan ini.

Agar satwa-satwa yang ada tetap sehat dan nyaman, pengelola Kebun Binatang Ragunan sendiri memberi jatah libur untuk hewan selama sehari dalam sepekan yakni hari Senin. Pada setiap hari senin, Taman Margasatwa Ragunan ditutup dari publik agar hewan bisa bebas berkeliaran tanpa adanya interaksi atau mungkin intimidasi dari pengunjung. Jadi setiap hari Senin, koleksi hewan di Ragunan bisa hidup bebas dan tenang tanpa hiruk-pikuk dan suara-suara bising para pengunjung.

Untuk Anda yang mencari tujuan wisata selama liburan, kebun binatang yang beralamat di Jl. Harsono No.1, Ragunan, Kec. Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan ini, bisa menjadi salah satu tujuan yang layak dipertimbangkan karena banyaknya koleksi binatang dan juga suasana yang menyajikan nuansa alam liar serta berbagai wahana permainan yang menarik. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, Taman Margasatwa Ragunan dapat menjadi salah satu tempat wisata edukatif favorit keluarga.

Tags sejarah kebun binatang fauna satwa hewan binatang flora wisata liburan
Referensi:
  1. ragunanzoo.jakarta.go.id
  2. dotgo.id






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0