jakartakita

Setu Babakan, Kampung Cagar Budaya Betawi

DaerahKita 22/05/2019

Orang betawi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keturunan masyarakat yang tinggal di sekitar Batavia dan diakui sebagai kelompok etnis abad ke-18 hingga ke-19. Sebagian besar berasal dari berbagai kelompok etnis di Asia Tenggara yang dibawa atau tertarik datang ke Batavia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, termasuk juga orang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar bahasa yang digunakan didasarkan pada dialek Melayu Timur serta diperkaya dengan kata-kata pinjaman dari bahasa Belanda, Portugis, Sunda, Jawa, Cina, dan Arab.

Setiap pembangunan yang terjadi selalu memiliki dampak positif maupun negatif, misalnya seperti yang dialami oleh masyarakat asli Betawi. Kini, Anda akan lebih mudah menemukan upacara pernikahan sesuai adat Jawa atau Minang daripada pernikahan betawi di Jakarta. Lebih mudah menemukan gamelan Jawa dibanding gambang kromong (seni campuran unsur Betawi dan Cina) atau tanjidor (campuran antara Betawi dan Portugis) maupun marawis (campuran antara Betawi dan Yaman). Orang Betawi tersingkir dari tanah mereka.

kotawisataindonesia
Latihan pencak silat

Sekarang banyak di antaranya yang bermukim di pinggiran Jakarta dengan nuansa tradisional di tengah kemajun kota besar yang modern. Upaya melestarikan kehidupan penduduk asli Jakarta pernah dilakukan oleh Bang Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1970-an, dengan membuat cagar alam dan budaya Betawi di daerah Condet, Jakarta Timur.

Usahanya dilanjutkan oleh Bang Yos, panggilan akrab gubernur Sutiyoso, ketika beliau memimpin DKI Jakarta. Pada 2001, beliau memusatkan lingkungan, kebudayaan, dan pelestarian komunitas Betawi di wilayah selatan Jakarta, yaitu di Setu Babakan. Tempat ini bisa menjadi salah satu alternatif wisata yang menarik dikunjungi saat liburan maupun akhir pekan.



Setu Babakan merupakan wajah kehidupan tradisional di Jakarta yang terletak di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Sebuah kaleidoskop warna-warni tradisi menunggu setiap pengunjung di area seluas 66 hektar yang dikenal sebagai Perkampungan Budaya Betawi atau Desa Pelestarian Budaya Betawi. Setu dalam dialek Betawi berarti sebuah danau kecil.

jakartabytrain
Bermain perahu bebek di danau Setu Babakan

Seperti namanya, Setu Babakan dikelilingi oleh 18 hektar air, sebuah danau yang masih asli dan dibuat sedemikian rupa sehingga sangat nyaman untuk sekedar duduk santai di pinggirannya yang masih banyak ditumbuhi pohon rindang. Nuansa budaya Betawi masih sangat kental karena memang tempat wisata tersebut didiami komunitas Betawi asli, walaupun bukan asli Srengseng Sawah atau Jagakarsa. Ada penduduk Betawi yang berasal dari Kemayoran hingga Bogor tinggal di sana.

Jika berdialog dengan mereka, akan terdengar dialek Betawi yang khas. Mereka akan memanggil pengunjung perempuan yang datang dengan sebutan Mpok, tanpa perlu tahu Anda berasal dari suku apa.



Berbagai kegiatan seni Betawi dapat kita temui pada hari Sabtu atau Minggu, misalnya lenong, tari topeng, pernikahan Betawi tradisional, dan tentu saja ikon Betawi, ondel-ondel yaitu boneka raksasa mengenakan kostum Betawi tradisional dengan sebuah mahkota perada warna-warni. Kegiatan tersebut diadakan untuk melestarikan warisan leluhur dan menarik minat wisatawan. Karena itu, tidak heran jika Setu Babakan ramai pengunjung di akhir pekan.

vidio
Bir Pletok, minuman khas tradisional Betawi

Selain itu bisa dicoba untuk menjelajahi sebuah rumah tradisional Betawi yang dibangun pada tahun 1920 atau menyewa perahu bebek di danau untuk melengkapi kunjungan Anda. Yang tak kalah menarik adalah sajian kuliner khas Betawi yang ditawarkan. Di tempat ini Anda bisa menemui jajanan seperti ketoprak, soto mi, kerak telor, dodol betawi, bir pletok, dan laksa.

Tags seni budaya wisata
Referensi: Dari berbagai sumber





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0