edubio

Burung Kuntul Perak, Fauna Identitas Kota Bontang

DaerahKita 12/01/2021

Kuntul Perak adalah satwa sejenis burung bangau berukuran sedang yang biasa hidup di danau, rawa, hutan mangrove, gosong lumpur, sawah. Habitatnya itu tersebar sampai ketinggian 1.000 m dpl (di atas permukaan laut). Tubuh berukuran sekitar 69 cm. Ukuran tubuhnya berada di antara ukuran Kuntul besar dan Kuntul kecil. Karena itu dalam bahasa Inggris, burung ini dikenal dengan nama Intermediate Egret, median egret, smaller egret atau nama ilmiahnya Mesophoyx intermedia. Namun, sebagian ahli taksonomi juga mengelompokkan Kuntul Perak ke dalam genus Egretta atau Ardea, sehingga burung ini disebut juga Egretta intermedia atau Ardea intermedia (Wagler, 1829).

Satwa yang makin langka ini memiliki ciri-ciri utama berupa paruh agak pendek dan leher berbentuk huruf "S" tanpa simpul. Garis paruhnya tidak melewati mata. Iris mata berwarna kuning, paruhnya kuning berujung coklat sehingga dalam bahasa Inggris burung ini juga disebut yellow-billed egret. Bagian tungkai dan kaki burung ini berwarna hitam.

Burung Kuntul Perak biasa hidup sendiri atau berkelompok kecil. Kelompok menyebar jika mencari makan, tetapi mengumpul jika terganggu atau saat terbang datang dan pergi. Makanannya adalah ikan, katak, serangga air, dan belalang. Burung ini bersarang dalam koloni bersama burung air lain. Sarang terbuat dari ranting-ranting yang disusun seperti panggung di atas pohon. Telurnya berwarna hijau biru pucat, berjumlah 3-4 butir. Persebaran Kuntul Perak meliputi Afrika, India, Asia Timur, Asia Tenggara, Indonesia, dan Australia. Di kawasan nusantara sebarannya mencakup Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Di Bontang, Kalimantan Timur, burung Kuntul Perak lebih banyak hidup dan berkembangbiak di perairan pesisir hutan bakau Kota Bontang. Burung ini pun dipilih menjadi maskot kota, setelah melalui serangkaian pertemuan, diskusi dan kegiatan lapangan berupa inventarisasi flora dan fauna serta jajak pendapat (polling) pada 6 (enam) kelurahan yang ada di Kota Bontang dengan melibatkan lebih dari 500 responden.

Karena keberadaanya yang dianggap sangat penting, Kuntul Perak sebagai maskot fauna dan bakau sebagai maskot flora Kota Bontang pun telah ditetapkan berdasarkan SK Walikota Bontang Nomor 559 tahun 2004. Dengan dipilihnya Kuntul Perak sebagai maskot, diharapkan spesies yang makin langka ini bisa dilestarikan keberadaannya di Kota Bontang. Selain itu maskot ini telah menginspirasi pengrajin di Kota Bontang untuk membuat kerajinan kain batik kuntul perak yang kini populer sebagai kerajinan khas Kota Bontang.

Tags satwa fauna hewan binatang edukasi alam lingkungan biologi langka endemik fauna identitas khas burung kicau mania
Referensi:
  1. avibase.bsc-eoc.org
  2. www.klikbontang.com
  3. id.wikipedia.org






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0