IKPNI

Silas Papare, Pejuang Papua Setia NKRI

DaerahKita 08/12/2020

Silas Papare lahir pada 18 Desember 1918 di Serui, Papua. Setelah tamat Sekolah Rakyat Tiga, Silas melanjutkan pendidikan ke Sekolah Perawat Empat di Serui. Pada 1935, Silas lulus dari Sekolah Juru Rawat tersebut, kemudian bekerja sebagai pegawai pemerintahan Belanda. Walaupun bekerja sebagai pegawai pemerintah Belanda, beliau sangat kritis terhadap kolonialisme sehingga Silas sering berurusan dengan aparat keamanan Belanda. Pada 1945, ketika mendengar Indonesia telah merdeka, Silas segera keluar dari pekerjaannya dan mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Karena memengaruhi Batalion Papua untuk memberontak, Silas dipenjara di Jayapura sebelum akhirnya dipindah ke Serui.

Saat menjalani masa tahanan di Serui, Silas berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur Sulawesi yang juga diasingkan oleh Belanda. Perkenalan tersebut semakin menambah keyakinan Silas bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia. Pada November 1946, Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Beliau kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun, beliau kemudian melarikan diri menuju Yogyakarta.

Pada Oktober 1949, Silas Papare membentuk Badan Perjuangan Irian Barat di Yogyakarta. Tujuan organisasi tersebut adalah mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia. Silas Papare sangat menginginkan berakhirnya kekuasaan Belanda di tanah leluhurnya. Pada 15 Agustus 1962, Silas Papare dipercaya menjadi salah satu anggota delegasi RI dalam Persetujuan New York (New York Agreement) tanggal 15 Agustus 1962 untuk mengakhiri perseteruan antara Indonesia dan Belanda perihal Irian Barat. Akhirnya, pada 1 Mei 1963, Irian Barat resmi menjadi wilayah Republik Indonesia.

Silas Papare wafat pada 7 Maret 1978 di Serui, Papua. Pada 14 September 1993, berdasarkan Keppres No.771/TK/1993, pemerintah menobatkan Silas Papare sebagai pahlawan. Nama beliau diabadikan sebagai nama Pangakalan Udara (Lanud) TNI-AU yaitu Lanud Silas Papare di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua. Selain itu juga menjadi nama kapal perang korvet kelas Parchim milik TNI-AL yaitu KRI Silas Papare 386.

Tags pahlawan sejarah nasional edukasi tokoh nasionalis pejuang biografi
Referensi:
  1. Buku Pahlawan-pahlawan Indonesia Sepanjang Masa, oleh Didi Junaedi, Indonesia Tera, 2014
  2. merahputih.com
  3. Dari berbagai sumber






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0