kemdikbud

Wage Rudolph Soepratman, Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

DaerahKita 29/09/2020

Wage Rudolph Soepratman lahir pada 9 Maret 1903 di Trembeleng, Somongari, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam orang, lima laki-laki dan satu perempuan yang bernama Roekijem. Pada 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Beliau disekolahkan dan dibiayai oleh Willem van Eldik, suami Roekijem.

Soepratman belajar bahasa Belanda di Sekolah malam selama tiga tahun. Kemudian beliau melanjutkan ke Normaal School di Makassar sampai lulus. Soepratman kemudian dipindahkan ke Sengkang, tapi tidak lama di sana beliau minta berhenti dan kembali ke Makassar.

Setelah itu, Soepratman pindah ke Bandung dan memasuki dunia jurnalistik dengan bekerja sebagai wartawan Harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Beliau masih terus menggeluti dunia jurnalistik ketika pindah ke Jakarta. Pada waktu itu beliau mulai tertarik pada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda dituangkan dalam sebuah buku berjudul Perawan Desa. Buku itu kemudian dicekal dan dilarang beredar oleh pemerintah Hindia Belanda.

Selama tinggal di Makassar, Soepratman belajar musik dari kakak iparnya sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menciptakan lagu. Pada 1924 saat tinggal di Jakarta, Soepratman membaca sebuah artikel di Majalah Timbul yang menantang para musisi Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Soepratman pun tertantang dan pada saat berada di Bandung beliau berhasil menggubah lagu "Indonesia Raya".

Pada 28 Oktober 1928 pada malam penutupan Kongres Pemuda II, untuk pertama kali lagu "Indonesia Raya" diperdengarkan di depan umum. Soepratman memperdengarkan secara instrumental dengan biola di depan peserta kongres. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan para tokoh pergerakan nasional. Setiap kali ada partai politik yang mengadakan kongres, lagu "Indonesia Raya" selalu dinyanyikan. Akibatnya, Soepratman selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda.

Lagu ciptaannya yang terakhir berjudul "Matahari Terbit". Awal Agustus 1938, Soepratman ditangkap ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di Radio NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep), Jalan Embong Malang, Surabaya. Wage Rudolph Soepratman wafat pada 17 Agustus 1938 saat ditahan di Penjara Kalisosok Surabaya karena sakit.

Hari kelahiran Wage Rudolph Soepratman, 9 Maret, ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional oleh Presiden Megawati. Pada 20 Mei 1971, berdasarkan Keppres No.16/RK/1971, pemerintah menetapkan Wage Rudolph Soepratman sebagai pahlawan nasional. Nama beliau diabadikan menjadi nama jalan di Semarang, Jawa Tengah, serta di beberapa daerah lainnya.

Baca Juga:

Tags pahlawan sejarah nasional edukasi tokoh kerajaan nasionalis pejuang biografi
Referensi:
  1. Buku Pahlawan-pahlawan Indonesia Sepanjang Masa, oleh Didi Junaedi, Indonesia Tera, 2014
  2. Dari berbagai sumber






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0