TNGL

Kambing Hutan Sumatera, Satwa Asli Sumatera Yang Semakin Langka

DaerahKita 01/08/2020

Jenis kambing yang satu ini bukan untuk dipeliraha, apalagi disembelih dan dikonsumsi. Hewan berbulu gelap tersebut adalah kambing hutan sumatera atau nama ilmiahnya Capricornis sumatraensis. Satwa ini merupakan spesies yang langka sehingga tidak boleh ditangkap karena termasuk spesies yang dilindungi. Satwa endemik Sumatera ini adalah satu dari enam jenis kambing hutan yang ada di Asia bagian timur.

Ciri fisik kambing hutan sumatera berbeda dengan kambing biasa. Tubuhnya kekar tertutup rambut lebat dan kasar, berwarna hitam keabuan. Sekilas mirip anak kerbau. Moncongnya juga mirip moncong kerbau. Tanduknya ramping, pendek dan lurus ke belakang seperti tanduk antelop dengan panjang rata-rata 12 hingga 16 sentimeter. Berat badannya antara 50-140 kg dengan panjang badan antara 140-180 cm. Saat dewasa, tingginya mencapai 85-94 cm.

Kambing hutan sumatera atau dalam Bahasa Inggris disebut Sumatran serow ini pada umumnya hidup soliter atau suka hidup sendirian terutama yang jantan. Kambing hutan jantan akan berkeliling mencari pasangan pada saat musim kawin. Namun terkadang kambing hutan sumatera juga hidup bersama dalam kelompok kecil. Kambing ini juga mempertahankan suatu wilayah dalam hutan untuk digunakannya sebagai tempat mencari makan, berupa dedaunan dan rerumputan, serta tempat tinggal. Untuk menandai suatu wilayah kekuasaannya, kambing ini akan mengeluarkan kotoran dan air seni.

Uniknya, kambing ini juga merupakan satwa yang tangkas memanjat lereng terjal yang biasanya hanya bisa dicapai manusia dengan bantuan tali. Biasanya, hidupnya diketinggian 200 meter dari puncak dataran tinggi di Sumatera atau bukit-bukit kapur. Habitatnya adalah hutan primer dan hutan sekunder yang dekat pegunungan. Mereka aktif pada pagi dan sore hari. Siangnya, istirahat di tempat teduh di bebatuan.

Kambing hutan sumatera yang hidup di alam bebas terdapat di hutan Sumatera. Selain di Taman Nasional Gunung Leuser, populasi satwa ini masih tersisa berada di Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), dan Taman Nasional Pegunungan Bukit Barisan. Selain di Indonesia, kambing hutan sumatera juga dapat ditemukan di Semenanjung Thailand-Malaysia. Mereka hidup di ketinggian antara 200 hingga 3.000 di atas permukaan laut (mdpl). Biasanya menempati lereng-lereng curam atau semak belukar.

Ketika Gunung Sinabung meletus pada tahun 2013, penduduk setempat juga menemukan kambing gunung tersesat di pemukiman penduduk. Pada tahun 2016, seorang petani di Toba Samosir juga menemukan kambing hutan yang tersesat di pinggir hutan. Seorang warga di salah satu desa penyangga TNBG melihat hewan ini pada hari sabtu, 18 Januari 2020. Kemudian pada 28 Mei 2020, TN Gunung Leuser juga menggunggah informasi keberadaan dua ekor kambing hutan sumatera yang terekam kamera. Dari video rekaman, tampak keduanya merupakan sepasang kambing hutan jantan dan betina.

Walaupun begitu, secara umum kambing hutan sumatera makin sulit ditemui karena populasinya yang terus turun hingga lebih dari 30% sejak 21 tahun terakhir. Berkurangnya populasi kambing hutan sumatera diakibatkan hilangnya lahan hutan sebagai habitat mereka serta akibat perburuan liar. Lembaga konservasi internasional, International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), memasukkan satwa ini dalam kategori Rentan (Vulnerable/VU).

Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan kambing hutan sumatera sebagai salah satu satwa yang dilindungi dari kepunahan berdasarkan PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Perlu kesadaran semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa langka ini agar tetap terjaga kekayaan dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca Juga:

Tags satwa fauna hewan binatang edukasi alam lingkungan biologi langka endemik
Referensi:
  1. www.mongabay.co.id
  2. kumparan.com
  3. bobo.grid.id
  4. ksdae.menlhk.go.id
  5. www.suara.com






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0