birdforum.net

Mengenal Burung Tekukur, Fauna Identitas Kota Yogyakarta

DaerahKita 29/07/2020

Sebagaimana daerah-daerah lain, Kota Yogyakarta juga memiliki fauna identitas. Berdasarkan Keputusan Walikotamadya Yogyakarta Nomor 2 tahun 1998, fauna identitas Kota Yogyakarta adalah burung Tekukur. Burung ini memiliki nama ilmiah Streptopelia chinensis (Scopoli, 1768) dan dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai Spotted Dove.

Burung tekukur berukuran tubuh sedang (30 cm), bulu berwarna coklat-merah jambu. Ekor tampak memanjang, dengan bulu ekor terluar bertepi putih menebal. Bulu pada sayap lebih gelap daripada bulu tubuh; pada sisi leher terdapat garis-garis atau bercak-bercak hitam khas yang tampak jelas. Iris jingga, paruh berwarna hitam keabuan, sedngkan kakinya berwarna merah.

Burung ini sering menjadi burung peliharaan, terutama di pulau Jawa. Burung ini memiliki suara yang khas seperti "kuu kuu kruu" dalam nada rendah dan terdengar lembut, dengan sedikit penekanan pada nada terakhir. Terkadang burung ini juga mengeluarkan suara yang yang berbunyi "kuu kuu kruu, kruuk". Suaranya yang indah dan lembut itulah yang membuat burung ini sangat disukai oleh para penggemar burung.

Kedudukan burung Tekukur dalam tingkat takson adalah sebagai berikut:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoColumbiformes
FamiliColumbidae
GenusStreptopelia
SpesiesStreptopelia chinensis (Scopoli, 1758)

Seperti burung merpati, burung tekukur tidak suka hidup berkelompok. Umumnya mereka menyendiri atau bersama pasangannya. Suara-suara yang tiba-tiba akan menyebabkan burung terbang. Terbangnya cepat dengan cara sekali sentakan yang mendadak seperti burung merpati.

Saat akan mendarat, ekornya akan miring ke atas. Selama musim kawin, burung tekukur jantan akan memiringkan ekornya dengan sudut yang curam serta mengelilingi betinanya dengan mengembangkan sayap dan ekornya.

Tekukur merupakan burung peternakan lokal di daerah yang membentang dari India, Sri Lanka, Asia Selatan yang beriklim tropis hingga ke China Selatan serta Asia Tenggara bagian timur. Burung tekukur merupakan species yang sebagian besar penyebarannya meliputi lahan terbuka seperti daerah-daerah pertanian dan ladang. Makanan burung ini adalah benih rumput, biji-bijian dan buah-buahan yang jatuh, jadi dimungkinkan manfaat di alam sebagai pengendali populasi rumput dan tumbuhan bawah lain.

Burung tekukur bereproduksi sepanjang tahun. Sarangnya terbuat dari ranting pohon dan sering ditemukan berada di atas pohon, tepian bangunan, atau terkadang juga di permukaan tanah yang tertutup semak-semak yang rimbun. Burung ini mengeluarkan telur sebanyak dua butir yang berwarna putih kemerahan. Kondisi populasinya saat ini sudah mulai menurun karena perburuan sehingga perlu mendapat perhatian untuk konservasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 spesies ini belum dilindungi dan juga belum termasuk dalam daftar IUCN Red List.

Baca Juga:

Tags burung satwa fauna hewan binatang edukasi kicau mania alam lingkungan maskot keanekaragaman hayati
Referensi:
  1. kehati.jogjaprov.go.id
  2. simomot.com






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0