plukmi

Raja Burung Parkit Yang Cerdik - Cerita Rakyat Aceh

DaerahKita 20/05/2019

Konon pada suatu ketika, di sebuah hutan Aceh yang lebat, tinggallah sekelompok burung parkit yang senang bermain. Ada yang melompat-lompat dari satu dahan ke dahan yang lain, adapula yang sibuk memakan biji-bijian ataupun buah-buahan yang terdapat di hutan. Burung-burung parkit itu tampak hidup tenang dan damai.

Burung-burung parkit tersebut memiliki seorang raja yang sangat bijaksana. Ia sangat menyayangi rakyatnya. Tidak aneh jika rakyat burung parkit sangat menghormati dan menghargai raja mereka. "Wahai rakyatku, hiduplah kalian dengan tenang dan damai. Aku akan melindungi kalian semampuku," ucap Raja Burung Parkit.



Tidak disangka-sangka, kedamaian dan ketenteraman hutan terganggu oleh datangnya seorang pemburu. Ia meletakkan sangkar burung yang besar. Lalu, dibagian dalam sangkar tersebut diberi perekat. Akibatnya, burung-burung yang masuk ke dalam sangkar terperangkap dan tidak dapat terbang. Hampir semua burung parkit, termasuk raja Burung Parkit, tertangkap dan terperangkap di dalam sangkar. Mereka tampak sedih dan panik. Raja Burung Parkit pun berusaha menenangkan rakyatnya.

"Tenanglah rakyatku! Tubuh kalian terkena perekat yang sengaja dilumuri dalam sangkar oleh pemburu itu. Inilah yang menyebabkan kalian tidak dapat terbang dan meninggalkan sangkar."

Kemudian, Raja Burung Parkit mencari siasat untuk menyelamatkan rakyatnya dari perangkap sang pemburu. "Begini saja, kalian harus berpura-pura mati kalau si pemburu datang untuk membersihkan tubuh kita dari perekat. Jika si pemburu akan membuang kita. Tunggu hingga hitungan ke seratus. Setelah itu, terbanglah kalian bersama-sama!" seru sang raja.



"Baiklah, kami akan menuruti seruan baginda," ucap rakyat burung parkit.

Rakyat burung parkit pun menuruti siasat rajanya. Benar saja, tidak lama kemudian, si pemburu datang dan memeriksa sangkar. Ia membersihkan perekat yang menempel di setiap tubuh burung parkit. Namun, si pemburu sangat kecewa karena burung-burung hasil tangkapannya mati semua. Tibalah saatnya burung terakhir yang dibersihkan tubuhnya oleh si pemburu. Burung itu adalah Raja Burung Parkit.

Namun, ketika tubuh raja hendak dibersihkan, raja terpeleset. Hal ini sangat mengagetkan rakyat burung parkit. Kemudian, secara serempak mereka semua terbang tinggi. Mereka tidak menyadari bahwa rajanya masih tertinggal. Pemburu pun akhirnya menangkap Raja Burung Parkit.

Pada awalnya, si pemburu berniat untuk menyembelihnya. Tapi, ia memohon belas kasihan kepada si pemburu untuk tidak memotongnya.



"Hai Pemburu, tolonglah aku! Jangan sembelih aku! Jika kau mengabulkan permohonanku, aku akan berjanji bernyanyi setiap hari untuk menghiburmu," mohon Raja Burung Parkit.

Si pemburu berpikir. Ia pun tertarik degan tawaran Raja Burung Parkit yang berjanji akan menghiburnya.

"Jika itu keinginanmu, aku akan mengabulkan permohonanmu. Tapi, kau harus menepati janjimu," ujar si pemburu.

Akhirnya, mereka menyepakati janji yang telah dibuat. Si pemburu membawa pulang Raja Burung Parkit. Ia pun bernyanyi setiap hari untuk menghibur si pemburu. Suara sang Raja sangat indah dan merdu. Pemburu pun sangat terhibur. Keindahan suara Raja Burung Parkit pun terdengar sampai ke istana hingga membuat Raja Manusia memanggil si pemburu.



"Hai Pemburu, ku dengar engkau memiliki seekor burung yang kicauannya sangat indah dan merdu, benarkah demikian?" tanya Raja Manusia.

"Benar Baginda. Aku memang memiliki seekor burung parkit yang berkicau sangat merdu. Ia berkicau setiap hari, Baginda, jawab si pemburu.

Tidak berapa lama, terdengar nyanyian Raja Burung Parkit. Semua yang hadir di istana saat itu, terpesona dengan keindahan suaranya. Raja Manusia pun sangat tertarik dengannya.

"Wah...., betapa indahnya kicauan burung milikmu. Aku sangat ingin memilikinya. Bagaimana jika aku tukarkan burung itu dengan emas dan berlian yang sangat banyak?" tanya Raja Manusia kepada si pemburu. "Benarkah Baginda? Baiklah, aku setuju," ucap si pemburu.

Si pemburu pun akhirnya memberikan Raja burung Parkit kepada Raja Manusia. Ia sangat senang karena membawa pulang emas serta berlian yang sangat banyak. Raja Manusia meletakkan Raja Burung Parkit di sangkar emas yang sangat indah dan besar. Ia sangat menyayangi burung miliknya itu. Setiap hari, Raja Burung Parkit diberi makanan yang enak dan bernyanyi untuk Raja Manusia. Meskipun Raja burung parkit hidup dengan kemewahan, ia tetap tidak senang. Ia kesepian dan ingin pergi meninggalkan sangkar emasnya, kemudian hidup bebas bersama rakyatnya.

Agar bisa terbebas dari istana, diam-diam Raja Burung Parkit menggunakan siasat lamanya dengan berpura-pura mati. Raja Manusia sangat sedih ketika mendapati burung kesayangannya mati. Ia pun memerintahkan pengawalnya untuk menguburkan burung kesayangannya dengan ucapan kebesaran.

Persiapan upacara pun dimulai. Raja Burung Parkit diletakkan di luar kandang karena mengira burung itu telah benar-benar mati. Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Raja Burung Parkit pun segera terbang setinggi-tingginya. Ia harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke hutan tempat rakyatnya berkumpul.

Setelah beberapa hari, tibalah ia di hutan. "Hai lihat! Bukankah itu baginda raja? Raja kita yang hilang?" ucap seekor burung parkit. "Iya benar. Dia raja kita. "Hai semua....., baginda telah kembali. Baginda telah kembali," teriak burung parkit lainnya.

Rakyat burung parkit pun segera berkumpul untuk melihat raja mereka yang cukup lama menghilang. Ketika tampak sosok raja mereka, serempak rakyat burung parkit bersorak-sorai penuh suka cita menyambut kedatangan Raja Burung Parkit. Kini, Raja Burung Parkit dapat kembali berkumpul dengan rakyatnya dan hidup dengan damai di hutan Aceh.

Tags kisah cerita rakyat legenda sastra edukasi
Referensi: Buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0