polarumah

Mengenal Dua Jenis Rumah Adat Di Sulawesi Utara

DaerahKita 28/06/2020

Provinsi Sulwesi Utara, selain menyimpan keindahan alam seperti panorama laut di Bunaken, juga memiliki kekayaan budaya. Ini bisa dilihat dari keunikan rumah ada yang ada di daerah ini. Terdapat dua jenis rumah adat yang populer di Sulawesi Utara ini dengan ciri khasnya masing-masing, yaitu Rumah Adat Walewangko dan Rumah Adat Bolaang Mongondow. Seperti apa rumah-rumah adat tersebut, mari kita telusuri lebih jauh.

Rumah Adat Walewangko

Rumah adat ini disebut juga dengan rumah Pewaris. Nama Walewangko sendiri diambil dari nama salah satu desa di Minahasa. Desa tersebut terletak di kecamatan Langowan Barat, Sulawesi Utara. Bentuk dari rumah Walewangko ini sangat khas dengan dua tangga, yang berada di sisi depan rumah. Menurut kepercayaan warga, filosofi dari kedua tangga ini berkaitan dengan kepercayaan suku Minahasa untuk mengusir roh jahat. Jika roh tersebut naik melalui tangga, maka ia akan turun melalui tangga lainnya. Hal ini lah yang menjadi alasan, mengapa tangga Walewangko saling berlawanan.

Seperti rumah adat Sulawesi pada umumnya, rumah adat Walewangko ini juga berupa rumah panggung (lihat gambar di atas). Setiap tiangnya terbuat dari kayu dengan ukuran yang besar dan kuat, agar dapat menopang rumah. Pada bagian atap rumah ini, dahulu terbuat dari daun rumbia. Namun saat ini atapnya menggunakan seng atau tanah liat. Ada banyak keunikan, yang dapat diulas dari rumah Walewangko ini.

Rumah adat Walewangko di bagi menjadi 3 bagian yaitu bagian depan, bagian belakang, dan bagian kolong. Pada bagian depan rumah terdapat Lesar, Sekay dan Pores. Lesar adalah sebutan bagian depan dari Walewangko, bagian ini tidak dilengkapi dinding seolah sebuah beranda. Bagian Sekay adalah serambi bagian depan, sekay dilengkapi dinding dan letaknya persis setelah pintu masuk. Sedangkan Pores adalah tempat penerima tamu, di sebelah Sekay.

Pada bagian belakang rumah, terdapat beberapa balai yang berfungsi sebagai tempat menyimpan alat memasak dan peralatan makan. Ruangan bagian belakang dari Walewangko juga digunakan untuk mencuci. Bagian belakang rumah terdapat sebuah loteng, yang disebut dengan nama Soldor. Fungsi dari soldor ini pun sama, yaitu menyimpan bahan seperti hasil panen atau makanan.

Pada bagian ketiga dari Walewangko, terdapat bagian kolong rumah. Meskipun terlihat hanya sebuah kolong, nyatanya tempat ini juga difungsikan oleh warga Sulawesi Utara. Bagian kolong rumah digunakan untuk menyimpan berbagai alat pertanian seperti gerobak, papan kayu, balok, hingga alat pertanian. Bagian kolong juga sering digunakan warga sekitar, untuk kandang hewan peliharaan maupun ternak.

Jika Anda melihat rumah Walewangko secara keseluruhan, maka Anda akan takjub dengan bentuk dan struktur rumah adat asal Sulawesi Utara ini. Rumah adat Walewangko dibuat dengan struktur yang simetris, dan bangunannya tampak sangat megah dengan bentuknya yang merupakan rumah panggung.

Layaknya sebuah istana, rumah adat Walewangko memiliki jalan masuk dan keluar berupa dua tangga pada arah berlawanan. Selain itu mulai dari tangga hingga kompleks rumah, akan dikelilingi dengan sebuah pagar dengan ukiran. Warna dan bahan yang terbuat dari kayu, membuat rumah adat Walewangko selalu terlihat dingin atau adem.

Namun agar semakin memperlacar sirkulasi udara di dalam rumah, Walewangko juga dilengkapi dengan begitu banyak jendela. Dengan bahan dasar pembuatan rumah yang dingin, ditambah dengan jendela yang memperlancar sirkulasi udara membuat rumah adat Walewangko sangat nyaman untuk dihuni.

polarumah
Rumah adat Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara

Rumah Adat Bolaang Mongondow

Konstruksi Rumah Adat Sulawesi Utara yang satu ini serupa dengan Rumah Walewangko yang juga terbuat dari kayu. Konsepnya pun serupa, yaitu rumah panggung dengan tiang yang jumlahnya cukup banyak.

Ciri khas yang paling mencolok dari rumah adat ini adalah desain atapnya yang dibuat melintang dengan bubungan atap yang curam. Perbedaan yang paling jelas antara Rumah Walewangko dengan Rumah Bolaang Mongondow ada pada bagian akses masuknya. Jika pada Rumah Adat Walewangko terdapat dua akses masuk menggunakan tangga pada sisi kanan dan kiri, pada Rumah Adat Bolaang Mongondow hanya terdapat satu tangga yang letaknya di bagian depan rumah saja. Serambi pada rumah adat ini pun tidak memiliki dinding.

Berbeda dengan Rumah Adat Sulawesi Utara Walewangko, Rumah Adat Bolaang Mongondow tidak terlalu banyak memiliki ruangan-ruangan di dalamnya. Secara garis besar, di dalam rumah adat ini hanya terdapat ruang depan, ruang induk, dan ruang tidur. Ada juga ruang makan dan dapur yang diletakkan pada bagian belakang rumah.

Rumah Adat Bolaang Mongondow asli yang telah dibangun ratusan tahun lalu bisa dijumpai di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Rumah yang dihuni oleh seorang penduduk lokal berusia 80 tahun ini, sudah ditempati oleh leluhur yang hidup 3 generasi sebelum mereka. Menariknya, konstruksi Rumah Adat Sulawesi Utara ini tidak pernah direnovasi sedikitpun dari awal pembangunan rumah.

Hal ini bisa dijadikan bukti, bahwa memang kekuatan kayu yang dijadikan konstruksi Rumah Adat mongondow sangat kuat. Begitu juga dengan material lainnya yang digunakan untuk membuat rumah adat ini. Padahal, semua bahan-bahan yang dibangun untuk membuat bangunan rumah adat ini menggunakan bahan alami.

Tags rumah adat seni budaya tradisi arsitektur edukasi wisata
Referensi: Dari berbagai sumber





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0