youtube

Terowongan Notog, Terowongan Kereta Api Jalur Ganda Pertama dan Terpanjang di Indonesia

DaerahKita 17/05/2020

Rel kereta api di jalur selatan Jawa melalui daerah dengan permukaan tanah yang konturnya tidak rata. Ada kawasan yang berbukit. Karena itu pembuatan torowongan kereta api tidak bisa dihindari. Salah satunya adalah Terowongan Notog yang memiliki nomor BH 1440.

Pada tahun 1914-1915, perusahaan Kereta Api Pemerintah Hindia Belanda, Staats Spoorwegen (SS) membangun terowongan ini. Terowongan Notog tersebut merupakan terowongan single track (rel tunggal) lengkung, yakni jalur berbelok dengan panjang 260 meter menembus bukit Gamping di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Walaupun hanya memiliki panjang 260 meter, namun ujung terowongan ini tidak kelihatan karena jalur yang melintas di dalamnya melengkung dengan kelengkungan atau radius sebesar R 800.

Saat ini jalur kereta api rel tunggal sudah dirasa tidak mencukupi. Untuk mempersingkat waktu tempuh kereta api di jalur selatan, jalur kereta double track (rel ganda) Purwokerto-Kroya dibangun sebagai bagian dari jalur kereta ganda selatan Jawa. Dengan rel ganda juga diharapkan lebih banyak kereta api yang lewat sehingga bisa mamacu perekonomian daerah.

kabarpenumpang
Garis Merah: Jalur ganda atau double track (baru) dengan terowongan Notog baru, Garis Biru: Jalur tunggal melalui Terowongan Notog lama

Sebagai konsekuensi pembangunan rel ganda, Terowongan Notog lama buatan Belanda tidak dapat digunakan lagi. Lalu dibuat jalur kereta baru dengan terowongan baru melalui rute yang lebih pendek sekaligus menghindari jalur lengkungan yang tak perlu seperti pada terowongan lama. Terowongan baru tersebut berada sekitar 200 meter dari terowongan lama. Jalur kereta api dengan panjang 550 meter ini dapat memangkas jarak tempuh dari Notog menuju Kebasen sepanjang 300 meter dengan kecepatan maksimum kereta saat ini dalam terowongan adalah 100-120km/jam. Sama seperti terowongan lama, terowongan baru ini juga diberi nama Notog BH 1440.

Proyek pembangunan Terowongan Notog BH 1440 ini merupakan salah satu bagian dari proyek strategis Nasional (PSN). Pembangunan terowongan dengan double track ini ditujukan untuk mendukung proyek jalur ganda yang akan membentang dari Cirebon hingga Kroya.

Lintas Cirebon – Kroya berjarak 157 km dan mempunyai medan berat, diantaranya jalur yang berkelok – kelok melewati pegunungan, jembatan besar, dan terowongan. Dari panjangnya jalur ini dibagi menjadi tiga segmen untuk pengerjaan jalur ganda, yakni segmen pertama dimulai dari Cirebon – Prupuk sejauh 74 km. Kemudian segmen kedua yang dimulai dari Prupuk – Purwokerto sejauh 56 km. Terakhir, yakni segmen ketiga yang dimulai dari Purwokerto – Kroya sejauh 27 km. Terowongan Notog berada pada segmen ketiga ini.

redigest
Terowongan Notog lama

Proyek terowongan kereta api Notog mulai dikerjakan pada 2016 oleh PT PP (Persero) Tbk. dan berada di sisi selatan terowongan lama. Terowongan Notog yang baru merupakan perlintasan double track pertama dan terpanjang di Indonesia yang menembus perbukitan Gunung Gamping sejauh 473 meter dan menghubungkan wilayah Purwokerto dan Kroya. Jalur tersebut merupakan salah satu konektivitas utama bagi masyarakat Jawa Tengah. Agar dapat mengakomodasi rel ganda, terowongan dibuat cukup besar dengan diameter 9,3 meter. Terowongan ini merupakan salah satu jalur transportasi kereta api yang juga menghubungkan Cilacap dan Purwokerto.

Metode pembangunan terowongan dengan menggunakan metode New Austrian Tunnel Method (NATM). Dalam pembangunan terowongan ini tim proyek Terowongan Notog BH 1440 membuat terobosan baru dengan membuat sebuat alat yang dinamakan Shotcrete Machine dan merupakan sebuah alat semprot beton robotik.

redigest
Kereta Api melalui Terowongan Notog baru

Selain itu ada pula inovasi lainnya yakni material pengisi forepolling yang awalnya menggunakan cement base menjadi chemical material (polyurethane), serta sliding form atau bekisting terowongan semi hidrolik. Dalam pegerjaannya, Terowongan Notog digali menggunakan alat berat dan dinamit serta beton yang disemprotkoan ke dinding terowongan, tidak menggunakan tunnel boring machine seperti MRT Jakarta.

Inovasi-inovasi yang ada diharapkan dapat dipakai di proyek-proyek serupa kedepannya sehingga pekerjaan dapat menjadi lebih efisien baik dari segi waktu, biaya maupun tenaga.

Tags transportasi teknologi infrastruktur kereta api railfan sejarah edukasi
Referensi:
  1. www.liputan6.com
  2. www.merdeka.com
  3. repository.its.ac.id
  4. www.kabarpenumpang.com
  5. finance.detik.com






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0