sunda-islands

Menengok Megahnya Candi Borobudur di Magelang

DaerahKita 27/04/2019

Jika Anda menggemari wisata sejarah, ada baiknya untuk berkunjung ke Candi Borobudur. Bentuknya yang berupa piramida kepundan berundak menjadi keunikan dan keistimewaan yang dimiliki oleh Candi Borobudur yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah ini. Candi ini berada kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Candi terbesar kedua setelah Ankor Wat yang berada di Kamboja ini memiliki bangunan seluas 15.129 meter persegi, tersusun atas 55.000 meter kubik batu vulkanik dari sebanyak dua juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm x 10 cm x 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding candi dihiasi dengan relief satu rangkaian cerita yang tersusun dalam 1460 panel. Panjang setiap panel adalah dua meter. Jika rangkaian relief dibentangkan, panjang relief seluruhnya sekitar 3 km.



Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Dahulu, tinggi candi dari permukaan tanah hingga ujung stupa induk adalah 42 m. Namun, setelah tersambar petir, sekarang tinggal 34,5 m.

Jumlah tingkat ada sepuluh yang terbagi menjadi tiga bagian tingkatan falsafah Buddha dari bagian bawah menuju ke puncak candi, yakni Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia berbentuk), dan Arupadhatu (dunia tak berbentuk) di mana tingkat 1-6 bangunan candi berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar.

edupaint
Penampang samping Candi Borobudur

Kamadhatu berarti alam yang sekarang dimana manusia tinggal. Terkadang juga disebut dengan alam hawa nafsu. Pada candi. bagian ini terdapat pada alas paling bawah, dulu sempat disebut dengan “kaki yang tersembunyi”.

Untungnya mulai tahun 1885, bagian rahasia ini telah dibuka untuk umum, sehingga para pengunjung bisa menyaksikan 160 relief yang menggambarkan tentang hukum karma.

Selain karma, di bagian ini juga diceritakan tentang kegiatan masyarakat setempat pada jaman dahulu. Seperti misal berlayar, bertani atau berdagang.

Dari Kamadhatu, kita mulai menaiki bagian Rupadhatu. Bagian yang berbentuk segi lima ini melambangkan alam masa peralihan dari dunia yang penuh hawa nafsu ke dunia yang mengarah ke Tuhan.

Di tempat wisata Candi Borobudur, rupadhatu adalah lorong lorong kecil yang menghubungkan tingkat 1 sampai 4. Di setiap tingkat, kamu dapat menemui stupa stupa yang terdapat arca Budha yang sedang bertapa di dalamnya.

alindstransport
Relief pada dinding Candi Borobudur

Total keseluruhan ada 328 arca Budha disertai dengan 1300 relief yang membentang sepanjang sekitar 2.5 Km.

Di bagian puncak dinamai arupadhatu, yang juga dapat diartikan sebagai alam paling atas atau alam tanpa rupa. Kenapa disebut tanpa rupa? Karena bila telah mencapai alam ini diibaratkan manusia telah melepaskan semua hal yang bersifat duniawi.


Arupadhatu juga disebut sebagai alam tempat bersemayamnya para dewa. Dua kepercayaan tersebut dituangkan melalui arsitektur bangunan ini.

Alam yang kosong ini dilukiskan dengan teras yang berbentuk bundar sebanyak 3 tingkat. Dimana semakin ke atas ukurannya menjadi semakin kecil.

Lalu terdapat stupa yang paling besar yang diletakan di puncak bangunan. Stupa tersebut menggambarkan dewa tertinggi menurut kepercayaan mereka.

Selain melihat bentuk arsitekturnya yang unik, memperhatikan relief yang tergurat di tembok-temboknya juga menarik. Pembuatan relief tersebut tak terlepas dari sejarah berdirinya Candi Borobudur.

Di bagian bawah bangunan tempat wisata Candi Borobudur ini, ada relief yang mengajarkan tentang karma. Itu diambil dari ajaran agama Budha, agama yang dianut Raja Samaratungga.

Masih terkait dengan Budha, terdapat juga relief yang menggambarkan tentang kelahiran Pangeran Sidharta yang nantinya akan menjadi Budha.

Lalu di bagian rupadhatu dan arupadhatau terdapat relief seputar Manohara dan Avadana, Lalitavistara, Gandavyuha, Jataka, Jatakamala.

Beberapa obyek wisata lain yang bisa dikunjungi di sekitar Candi Borobudur adalah sebagai berikut.

kembangwisata
Candi Mendut

Candi Mendut

Candi ini berlokasi tiga kilometer dari Candi Borobudur. Candi Mendut juga merupakan candi Buddha yang memiliki nilai historis juga simbolis, serta memiliki keterkaitan dengan Candi Pawon dan Candi Borobudur. Ketiganya dibangun dalam masa yang hampir bersamaan. Beberapa relief dan patung arcanya memiliki kualitas terbaik, menjadikannya sangat layak untuk dikunjungi.


Candi Pawon

Candi lainnya yang masih berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon, jaraknya dua kilometer dari Borobudur. Candi ini berukuran lebih kecil dibandingkan Candi Mendut. Lokasinya cukup tersembunyi, yaitu di tengah-tengah pemukiman penduduk.

Kerajinan Khas Borobudur

Banyak pedagang cinderamata di area sekitar kompleks Candi Borobudur, sebab penduduk Desa Borobudur memang rata-rata adalah penjual cinderamata, selain juga petani. Bahkan nenek-nenek yang sudah renta pun bisa Anda lihat masih berdagang di sini.

Mereka menjajakan hasil kerajinan tangan lokal, seperti hiasan patung, replika Candi Borobudur dan Candi Prambanan, tas batik, kaos oblong, pernak-pernik seperti gelang, kalung, gantungan kunci, jepitan rambut, dan lain sebagainya.

Museum di Borobudur

Terdapat dua museum yang berlokasi di dalam kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, yaitu Museum Karmawibhangga dan Museum Samudraraksa.

Museum Samudraraksa menampilkan replika Perahu Borobudur dalam ukuran sebenarnya. Museum ini juga memberi informasi tentang majunya teknologi maritim dan sejarah leyaran nenek moyang kita sebagai bagian jalur perdagangan antara Asia dan Afrika pada abad ke-8, di Samudera Hindia. Museum Karmawibhangga adalah museum arkeologi yang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah seputar Borobudur, seperti proses pemugaran, foto-foto relief pada kaki Borobudur yang tersembunyi, dan yang paling menarik mungkin relief-relief tentang hukum karma, serta foto pada abad ke-19 di saat kompleks candi belum dipugar.

Sama seperti waktu buka Candi Borobudur, museum juga dibuka setiap hari mulai dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore, dan pengunjung tidak dipungut biaya lagi karena sudah termasuk dalam harga tiket masuk kompleks Taman Wisata Candi Borobudur.

Jadi, silakan pertimbangkan untuk memasukkan Candi Borobudur dalam rencana tujuan berlibur Anda selanjutnya.

Tags candi arsitektur bangunan sejarah wisata liburan
Referensi: Dari berbagai sumber

Video tentang Menengok Megahnya Candi Borobudur di Magelang






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0