raturu

Sejarah Jembatan Cikubang, Jembatan Kereta Api Aktif Terpanjang Di Indonesia

DaerahKita 19/10/2019

Jika Anda sering melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dengan menaiki kereta api, tentu sudah tidak asing dengan jembatan yang memiliki panjang 300 m ini. Begitu juga jika menggunakan kendaraan mobil atau bus melalui tol Cipularang. Jembatan Cikubang akan terlihat jelas dari tol Cipularang antara Plered dan Padalarang. Jembatan terpanjang di Indonesia yang masih aktif ini masih menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi setiap orang, terutama jika ada kereta api tengah melintas di atasnya. Tapi yang tidak kurang menarik adalah sejarah jembatan yang sudah ada sejak jaman Hindia Belanda ini.



Sejarah dibangunnya jalur KA Cikampek-Purwakarta-Bandung yang juga menjadi rintisan berdirinya jembatan terpanjang ini dimulai antara tahun 1881 – 1884 oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS). Kontur tanah di jalur tersebut yang berbukit dan berlembah memaksa pemerintah Belanda untuk membangun sebuah jembatan di atas sungai Cikubang. Jembatan Cikubang mulai digunakan sejak tahun 1906 dan masih saat ini masih kokoh berdiri dengan tinggi 80 meter dari dasar sungai Cikubang.

Tujuan pembangunan jalur kereta ini adalah adanya pertimbangan pemerintah Hindia Belanda saat itu yang merasa kereta api merupakan moda yang cocok untuk mengangkut hasil bumi dari Bandung menuju Jakarta, seperti kina dan teh. Sebenarnya, pemerintah Hindia Belanda bisa saja menggunakan rute Bogor – Sukabumi, namun jalur tersebut dinilai memutar lebih jauh dan memakan waktu perjalanan lebih lama.

kaskus
Pembangunan Jembatan Cikubang di masa Hindia Belanda

Jalur yang lebih pendek dari Batavia (Jakarta) ke arah timur telebih dulu, kemudian melalui Cikampek dan Purwakarta. Rincian jalur Jakarta – Bandung melalui Cikampek – Purwakarta adalah Jakarta – Cikampek adalah 81 km, panjang jalur Cikampek – Purwakarta adalah 19 km dan panjang jalur Purwakarta – Bandung adalah 56 km, sehingga total jarak Jakarta – Bandung melalui Cikampek Purwakarta adalah 156 km.

Perusahaan kereta api swasta Bataviasche Ooster-Spoorweg Maatschappij (BOS) yang kemudian tertarik menanamkan modal pada bisnis pengembangan jalur kereta api di Jakarta (Batavia), khususnya bagian timur Jakarta (Batavia) yaitu rute Jakarta-Karawang. Pada tahun 1887, jalur Jakarta (Batavia) - Bekasi sepanjang 27 km selesai dibangun kemudian dilanjutkan Jalur Bekasi - Kedungede selesai dibangun pada 1891. Seperti kisah NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg maatschappij), BOS pun mengalami kesulitan keuangan. Akhirnya Pemerintah Hindia Belanda memberi bantuan dana pada BOS untuk menyelesaikan jalur hingga Karawang dan selesai dibangun pada 1898. Karena jalur kereta api rute Jakarta – Bandung via Bogor dan Sukabumi dirasakan kurang memadai, maka dibangunlah jalur alternatif melalui Karawang, Cikampek dan Purwakarta yang dimulai pada akhir tahun 1900 oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS).

kaskus
Jembatan Cikubang di masa Hindia Belanda

Pembangunan jalur jalan kereta api antara Purwakarta-Bandung ini tidak berjalan dengan mulus. Hal ini disebabkan karena wilayah Jawa Barat bagian selatan ini, selain bergunung juga memliki lembah ataupun sungai-sungai yang tebingnya sangat curam. Pada jalur ini terdapat jembatan Cikubang yang merupakan jembatan kereta api terpanjang di Indonesia sepanjang 300 meter dan jembatan Cisomang yang merupakan jembatan kereta api yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian hampir 100 meter dari dasar sungai Cisomang. Selain itu juga terdapat terowongan Sasaksaat yang memiliki panjang 950 meter.

Untuk mengatasi hal ini, akhirnya perusahaan kereta api milik pemerintahan Hindia Belanda, StaatsSpoorwegen (SS) yang menangani proyek ini lalu membangun sebuah jembatan kokoh di atas sungai yang mampu untuk menopang berat dari kereta. Di atas sungai Cikubang dibangunlah jembatan dengan menggunakan pilar-pilar baja yang beratnya kurang lebih 110 ton.

SkyGrapher
Jembatan Cikubang bersebelahan dengan jalan tol Cipularang

Setelah jembatan dan terowongan dibangun, jalur kereta api kedua rute Jakarta - Bandung via Cikampek dan Purwakarta dibuka tanggal 2 Mei 1906. Keuntungan jalur kereta api melalui Cikampek dan Purwakarta adalah waktu tempuh perjalanan kereta api rute Jakarta – Bandung menjadi lebih cepat dari pada melalui Bogor dan Sukabumi.



Jembatan yang dibangun sejak jaman masa Hindia Belanda itu cukup bagus, namun seiring dengan berkembangnya teknologi kereta api yang mulai memperkenalkan lokomotif diesel, rangka-rangka tersebut dinilai kurang kuat ketika lokomotif diesel melintas di atasnya. Menanggapi masalah tersebut, StaatsSpoorwegen lalu melakukan sedikit perubahan pada jembatan tersebut. Perubahan yang dilakukan tersebut meliputi penambahan struktur jembatan dengan lengkungan logam setengah lingkaran sepanjang rel di bagian bawah bantalan dilakukan pada tahun 1953. Hingga sekarang, hanya perubahan itu saja yang terjadi pada Jembatan Cikubang.

Nah, jika Anda tertarik ingin merasakan sensasi menikmati perjalanan kereta api melintasi jembatan terpanjang Cikubang ini, Anda bisa melakukan perjalanan kereta api menggunakan KA Ekonomi Lokal Cibatu (Kereta Api Si Mandra), KA Argo Parahyangan, atau KA Serayu yang melewati jalur ini. Selamat mencoba.

Tags sejarah kereta api infrastruktur transportasi
Referensi:
  1. kereta-api.info
  2. www.kabarpenumpang.com
  3. keepo.me






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0