stalkram

Bukit Seribu Besek Wisata Alam Pohon Pinus Di Purworejo

DaerahKita 10/09/2019

Datang ke destinasi wisata yang satu ini para pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan alam nan asri saja, tapi juga dapat melihat kerajinan tangan masyarakat setempat yang memanfaatkan bahan bambu atau barang bekas. Walaupun baru diresmikan pada awal Mei 2019 lalu, obyek wisata dengan area pengembangan seluas 7,5 hektare ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama saat akhir pekan tiba. Tak hanya kawula muda, anak-anak hingga orang tua juga antusias untuk menikmati pemandangan elok dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan. Tempatnya yang bagus, udaranya sejuk, banyak pohon-pohon sangat sesuai untuk sekedar refreshing dari kehidupan perkotaan.

Tempat wisata yang berada di Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo ini berdiri di atas lahan Perhutani yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Seribu Besek. Pembangunannya didasari niat kuat Pokdarwis yang berusaha mengangkat wisata dengan konsep edukasi bernuansa kearifan lokal seperti uniknya pembuatan besek dan pengolahan sampah barang bekas sekaligus meningkat taraf ekonomi masyarakat sekitar. Maka kemudian dibuatlah destinasi wisata baru dengan nama Bukit Seribu Besek. Nama itu bukan bermakna di sini ada seribu buah besek, tapi lebih bermakna kiasan, menunjukkan kawasan ini sebagai sentra pembuatan besek bambu terbesar di Kabupaten Purworejo.

youtube
Gerbang masuk ke kawasan Wisata Bukit Seribu Besek

, desa wisata yang terbentuk karena ikon besek tersebut terus berbenah dan terus dikembangkan demi memanjakan pengunjung dengan berbagai spot selfi yang instagramable. Oh iya, bagi yang belum tahu, besek adalah salah satu produk kerajinan anyaman bambu. Berbentuk segi empat berukuran sekitar 20 cm x 20 cm dan tinggi 10 cm, biasanya besek digunakan sebagai tempat nasi beserta lauk-pauk saat kenduri atau hajatan. Di sini, besek memang merupakan hasil kerajinan utama masyarakat setempat. Dengan adanya Bukit Seribu Besek sebagai ikon desa tersebut, hasil penjualan besek bisa terus meningkat. Tak hanya dipasarkan di Purworejo dan kota-kota besar di sekitarnya saja, namun besek buatan Desa Guntur itu bahkan bisa menembus kota Jakarta.



Kawasan Kecamatan Bener selain strategis juga sangat eksotik. Udara di sini sangat sejuk, karena terdapat hutan pinus milik Perhutani dan daerahnya berbukit. Belum lagi, di lokasi tersebut juga dibangun waduk besar yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata. Bisa dibayangkan, nantinya pemandangan akan terlihat sangat bagus dan indah sekali. Dari ketinggian wisata Bukit Besek pengunjung bisa melihat air bendungan Waduk Bener. Diharapkan ke depan pengunjung akan semakin ramai yang datang ke tempat wisata ini.

youtube
Motor Gede yang terbuat dari ban bekas

Ketika tiba di tempat wisata ini, pegunjung akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp 5.000 per orang. Gapura dari ikatan batang-batang bambu yang diikat sedemikian rupa di sudut kanan kiri akan menyambut langkah kita. Setapak demi setapak, kaki kita akan merasakan jalan masuk yang terbuat dari susunan batu kali. Meski disebut bukit, namun pengunjung tidak perlu berjalan menanjak terlalu tinggi, bahkan belum sempat peluh keringat keluar, kaki sudah sampai di puncak bukit.



Tampak besek-besek berukuran raksasa beraneka warna yang bergelantungan di atas kepala pengunjung seakan mengajak pengunjung untuk segera masuk dan menikmati keindahan bukit dengan berbagai spot foto yang apik dan fasilitas yang lengkap bahkan unik. Spot selfi seperti sayap bidadari, simbol hati, kupu-kupu hingga motor gede yang terbuat dari barang bekas yang didaur ulang disajikan di atas bukit itu. Fasilitas yang lain ada toilet, musala, gardu pandang, gashebo, hammock, area camping plus tenda dan arena outbond untuk anak-anak. Rencana kedepan akan terus dikembangkan dengan membuat spot selfi lain seperti sepeda terbang, flying fox, karpet terbang dan lain-lain.

youtube
Spot selfie dengan background simbol hati terbuat dan lembah yang indah

Suasananya yang apik membuat Bukit Seribu Besek juga cocok untuk menggelar respesi pernikahan. Pihak pengelola menyediakan fasilitas untuk pesat pernikahan yang bisa disewa. Uniknya, Dekorasinya, tempat duduk tamu, pakaian pengantin dan lain-lalin semuanya terbuat dari barang bekas atau limbah plastik daur ulang.



Sesuai tujuan awalnya yang mengusung tema edukasi, tak lengkap rasanya jika di desa wisata tersebut pengunjung belum belajar bagaimana caranya membuat besek. Puas berfoto selfi dan menikmati fasilitas lain yang ada, pengunjung bisa melanjutkan dengan kegiatan wisata kuliner. Banyak warung-warung tradisional yang berjajar di depan pintu masuk. Di sini pengunjung bisa mencicipi berbagai makanan khas Purworejo sambil belajar membuat besek dari para pedaganng. Semua pedagang di sini sudah ahli dalam membuat besek, keahlian yang diperoleh secara turun-temurun. Hanya beberapa menit saja, sebuah besek siap pakai sudah terbentuk dengan sempurna.

youtube
Spot selfie kupu-kupu raksasa

Walaupun awalnya terkesan sulit, namun pengunjung yang berminat akan diajari bagaimana cara menganyam besek dengan benar dan tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Jika pengunjung atau masyarakat lain ingin membeli besek siap pakai, maka hasil anyaman bambu itu akan dijual dengan harga Rp 1.600 per pasang.

Bukit Seribu Besek beralamat di Jalan Ngasinan KM 5 Bener. Hanya sekitar 8 kilometer dari kantor Kecamatan Bener ke arah utara dengan waktu tempuh 20 menit saja. Bukit ini terletak sekitar 18 KM dari pusat kota Purworejo ke arah barat laut, dan bisa dikunjungi melalui jalan raya Purworejo - Magelang. Setelah belok dari jalan raya utama ke arah barat menuju Desa Guntur, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah di kanan kiri jalan yang berkelok sebelum akhirnya tiba bukit yang dipayungi oleh rimbunnya pepohonan pinus. Dengan semua daya tarik tersebut, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mempertimbangkan Bukit Seribu Besek sebagai destinasi wisata berikut Anda bersama keluarga.

Tags wisata alam kerajinan tangan keluarga liburan lingkungan taman
Referensi:
  1. jatengprov.go.id
  2. travel.detik.com
  3. news.koranbernas.id






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0