hbw

Burung Sikatan Biak Satwa Asli Penghuni Pulau Biak Papua

DaerahKita 07/09/2019

Pulau Biak merupakan habitat asli sejenis burung yang berukuran kecil bernama Sikatan Biak. Spesies burung endemik Pulau Biak ini memiliki nama ilmiah Myiagra atra. Nama ini diberikan oleh Meyer, 1874. Sementara dalam bahasa Inggris, burung ini dikenal dengan nama Biak Flycatcher, Biak Black Flycatcher, atau Black Myiagra.

Habitat Sikatan Biak ini berada di kawasan Biak, Supiori, Numfor dan Rani di Teluk Cenderawasih (Geelvink Bay), Provinsi Papua Barat, Indonesia. Habitat alaminya adalah berupa hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan bakau subtropis atau tropis.

hbw
Burng Sikatan Biak betina sedang bertengger di ranting pohon. Betina berwarna atas hitma dan bawah putih.

Biak ini merupakan spesies endemik, bukan burung migran, atau burung musiman. Tampaknya sebagian besar satwa ini terkungkung hidupnya pada kawasan perbukitan, yang mendiami hutan primer, sekunder, dan hutan bekas tebangan hingga ketinggian 400 m, tetapi kadang-kadang juga ditemukan di hutan bakau.



Burung sikatan biak memiliki ukuran hanya 13 cm. Burung jantan berbulu hitam-biru tua. Dari kejauhan, bulunya kadang tampak kebiruan dan mengkilap. Iris, paruh dan kakinya berwarna hitam. Sementara burung betinanya memiliki bulu gelap di bagian atas, dan bulu warna putih di bagian bawah badannya. Sikatan Biak masa hidupnya bisa mencapai 4,5 tahun. Satwa ini termasuk jenis insektivora atau pemakan serangga.

Keberadaan burung unik terancam oleh hilangnya habitat, walaupun masih ada harapan berupa hutan yang masih terjaga di pedalaman Supiori. IUCN Red List Category and Criteria memasukkan Sikatan Biak dalam status Near Threatened.

Tags burung satwa fauna hewan binatang edukasi kicau mania alam lingkungan
Referensi: Dari berbagai sumber





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0