suarantb

Kebun Raya Lemor Destinasi Wisata Alam Edukatif Lombok NTB

DaerahKita 05/09/2019

Kawasan Lombok sudah terkenal memiliki banyak obyek wisata menarik. Di sana terdapat berbagai pantai, gili, lembah dan bukit. Tidak hanya itu, di Lombok Timur juga terdapat destinasi wisata yang terbilang baru yaitu sebuah kawasan konservasi tumbuhan ex-situ bernama Kebun Raya Lemor (KRL). Lokasi berada dalam kawasan Hutan Lindung Lemor/Petandakan di Desa Suela, Kecamatan Suela yang berjarak kurang lebih 28 km di sebelah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lokasi KRL memang sangat strategis berada di Jalan Wisata Gunung Rinjani. Waktu tempuh dari Pusat Kota Propinsi yakni Kota Mataram sekitar 2 Jam atau jaraknya 70,8 km sehingga mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum. Sedangkan waktu tempuh dari pusat Kota Lombok Timur sendiri sekitar 35 menit saja.



Pembangunan Kebun Raya Lemor berawal pada tahun 2007, saat Tim Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI melakukan survei beberapa lokasi di NTT dan NTB. Dari hasil analisis kelayakan, Hutan Lindung Lemor di Suela, Lotim, dipilih menjadi lokasi pembangunan hutan kebun raya. Lalu pada 18 Mei 2010 diadakan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Perjanjian Kerjasama antara Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI dengan Dinas Kehutanan Lombok Timur. Kedua naskahkerja sama ini selanjutnya diperpanjang lagi pada 18 Mei 2015.

Berangkat dari Nota Kesepahaman tersebut, Kawasan Hutan Kebun Raya Lombok yang berfungsi sebagai hutan lindung, kemudian ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) melalui Keputusan Menteri Kehutanan, SK.22/menhut-II/2012.

lomboktimurkab
Kebun Raya Lemor di Lombok Timur NTB

Kebun raya ini dikembangkan dengan tema "konservasi tumbuhan Kepulauan Sunda Kecil". Hal ini mengingat Kebun Raya Lemor merupakan kebun raya pertama, dan saat ini merupakan satu-satunya, yang dibangun di kawasan bioregion Sunda Kecil atau Lesser Sunda Islands.

Pembibitan dimulai tahun 2010, dari tanaman koleksi yang diambil dari hutan lindung. Untuk mengisi tanaman koleksi yang ada di Hutan Kebun Raya Lemor ini, memang butuh waktu bertahap. Karena untuk mengoleksi sejumlah tanaman ini dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Penanaman tanaman koleksi baru mulai dilakukan sekitar tahun 2011 lalu.

Untuk jenis anggrek penanaman baru mulai dilakukan tahun 2013. Dari tahun ke tahun, jumlah spesies tanaman anggrek terus bertambah. Sehingga di dalam kawasan hutan ini pun terdapat sebuah taman anggrek yang paling banyak disenangi pengunjung yang datang ke Kebun Raya Lemor.

Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Kebun Raya Lemor, diantaranya lesser sunda sebanyak 1.479 Spesimen, 247 Jenis (Spesies), 317 Marga (Genus), 116 suku (Famili), dan 276 masih SP (berada di pembibitan). Sedangkan, koleksi yang sudah tertanam sebanyak 1.979 spesimen, 284 jenis, 270 marga, 178 masih SP, serta 35 suku. Beberapa koleksi yang dimiliki ini ditata dalam bentuk taman tematik seperti taman buah lokal dan taman anggrek.

geotourism
Kebun Raya Lemor tidak sekedar kawasan konservasi alam, tapi juga destinasi wisata yang menarik

Dengan kawasan seluas 124,9 hektar di ketinggian 450 m, areal yang terdiri dari areal hutan untuk konservasi seluas 82,9 hektar areal dan hutan dengan tujuan khusus seluas 48 hektar areal, Kebun Raya Lemor ini mempunyai pemandangan yang indah dengan latar belakang Gunung Rinjani serta Selat Sumbawa (Selat Alas) di bagian yang lainnya.



Walaupun fungsi utamanya sebagai sarana konservasi, tapi KRL juga sangat mendukung untuk pariwisata. Banyak tempat menarik yang bisa dijadikan spot foto di Kebun Raya Lemor dan dapat dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mengabadikan memonen saat berkunjung ke KRL. Ada beberapa replika buah-buahan yang dibuat dalam bentuk besar. Di samping itu terdapat ribuan pohon mangga yang ditanam berjejer rapi ditambah sejumlah bangunan hiasan taman juga dipercantik, jalan-jalan menuju taman juga dengan rapi. Sehingga sangat cocok bila dijadikan sebagai spot foto bagi wisatawan yang suka mengabadikan momen berwisatanya.

Selain untuk konservasi, wisata dan rekreasi, keberadaan hutan ini juga ditujukan untuk penelitian dan pendidikan/edukasi. Setiap hari libur sejumlah pelajar mulai dari Taman Kanak-Kanak, murid SD, sekolah menengah, hingga mahasiswa datang ke lokasi ini. Suasana alami cocok untuk dijadikan tempat camping dalam kegiatan Pramuka dan banyaknya jenis anggrek yang dikembangbiakkan serta ribuan pohon kakao dan kopi yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian akademis.

Wisatawan yang masuk ke Kebun Raya Lemor tidak dikenakan biaya untuk masuk (gratis) tetapi hanya membayar parkir Rp. 2.000,-. Uang parkir tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan, sehingga kebun raya ini bisa terus tertata dengan baik.

Bagi anda yang suka berkunjung ke objek wisata alam, Kebun Raya Lemor menjadi salah satu pilihan anda selain Hutan Lindung Sesaot Lombok ketika anda berwisata ke Pulau Lombok. Di tempat ini anda dan keluarga tidak hanya berwisata tetapi juga belajar, dan bahkan tempat ini juga bisa menjadi rekomendasi bagi anda yang ingin melakukan penelitian tentang beragam spesies anggrek dan tanaman lain.

Tags wisata alam flora liburan edukasi lingkungan taman
Referensi:
  1. radarlombok.co.id
  2. mobillombok.com
  3. kebunrayadaerah.krbogor.lipi.go.id
  4. dlhk.lomboktimurkab.go.id






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0