indonesiaflight

Taman Nasional Way Kambas, Atraksi Gajah Sumatera di Lampung

DaerahKita 02/05/2019

Way Kambas merupakan sebuah taman nasional di Provinsi Lampung yang selain digunakan untuk perlindungan kehidupan liar, juga bisa jadi tujuan wisata alam yang menarik. Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang dan semak belukar, serta hutan pantai di Sumatra.



Taman Nasional tertua di Indonesia yang mulai dibuka pada masa kolonial Belanda pada tahun 1937 ini memiliki 50 jenis mamalia, antara lain badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah sumatra (Elephas maximus sumatranensis), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung, antara lain bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptotilos javanicus), sempidan biru (Laphura ignita), kuau (Argusianus argus argus), dan pecuk ular (Anhinga melanogaster); serta berbagai jenis reptilia, amfibi, ikan, serta serangga.

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di ujung selatan Sumatera, sekitar 110 km dari Bandarlampung dan merupakan salah satu konservasi tertua di Indonesia. Taman ini menempati 1.300 km persegi dari hutan dataran rendah pantai sekitar Sungai Way Kambas di pantai timur Provinsi Lampung.

TNWK beralamatkan di Jalan Raya Way Jepara, Labuhan Ratu Lama, Lampung. Terletak di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah. Waktu tempuh perjalanan untuk mencapai lokasi ini cukup lama.

bisniswisata
Atraksi menunggang gajah yang digemari wisatawan

Jika dari Bandar Lampung melalui jalan darat, lebih kurang 6 jam 30 menit. Untuk mencapai lokasi, jika dari Bandar Lampung-Metro-Way Jepara dengan mobil, waktu tempuh sekitar dua jam, menempuh jarak 112 km. Jika dari Branti-Metro-Way Jepara, waktu tempuh sekitar satu jam 30 menit, menempuh jarak 100 km, dari Bakauheni-Panjang-Sribawono-Way Jepara sekitar tiga jam, menempuh jarak 170 km, dan Bakauheni-Labuan Meringgai-Way Kambas sekitar dua jam.

Jadi, sebaiknya, memang Anda menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menuju lokasi wisata ini dan tinggal di daerah sana dengan berkemah atau tinggal di wisma pawang gajah. Itu akan jadi pengalaman yang seru.

visitlampungku
Pelatih gajah di Taman Nasional Way kambas

Di tempat ini, Anda bisa melihat atraksi gajah yang sudah terlatih, mulai dari atraksi gajah menari, mengalungkan bunga, berjabat tangan, dan berenang, hingga atraksi gajah dengan iringan musik dan sepakbola gajah. Anda juga bisa menunggang gajah dengan tarif tertentu.

Gajah di Taman Nasional ini tidak berada dalam kehidupan liar sesungguhnya karena mereka semua berada dalam program pelatihan gajah. Satwa gajah yang masih liar dijinakkan dan dilatih di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas.



Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas Secara resmi didirikan pada tahun 1985, yang terletak 9 km dari pintu masuk Taman Nasional Plang Ijo, merupakan tempat yang bertujuan untuk melindungi keberadaan gajah dan pada saat bersamaan saling menguntungkan bagi gajah dan manusia.

Di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas diyakini terdapat sekitar 200 gajah Sumatera hidup dalam taman nasional. Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies yang diakui Asian Elephant, dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah Asia lebih kecil dibandingkan dengan Afrika dan memiliki titik badan tertinggi di kepala. Di antara gajah Asia, gajah Sumatera adalah yang terkecil, dengan tinggi bahu berkisar antara 2 meter dan 3,2 meter (6,6 kaki. 10,5 ft).

tripadvisor
Atraksi sepakbola gajah

Taman Nasional ini juga memiliki Suaka Rhino Sumatra (SRS) yang merupakan satu-satunya tempat pengembangbiakan satwa liar badak sumatra di Indonesia. Bahkan SRS merupakan satu-satunya lokasi tempat pengembangbiakan badak sumatra secara semi-alami di Asia. Namun kunjungan wisata alam di SRS sangat dibatasi demi kepentingan penelitian dan pengembangan hewan badak tersebut.

Lokasi Taman Nasional ini berada di dataran rendah yang memiliki suhu udara sangat tinggi dan terik matahari yang bisa membakar kulit. Agar terasa nyaman selama berada di sana, siapkan baju tangan panjang dan topi untuk melindungi wajah. Usahakan memakai sepatu yang menutupi tumit.

Tags taman nasional suaka satwa hewan wisata liburan binatang
Referensi: Dari berbagai sumber





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0