flickr

Kereta Api Babaranjang, Rangkaian Kereta Terpanjang Di Indonesia

DaerahKita 24/08/2019

Provinsi Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam energi batubara yang cukup besar. Diperkirakan cadangan batubara yang terdapat di Sumatera Selatan mencapai 22,24 miliar ton. Industri pertambangan batubara di daerah ini dikelola oleh PT Tambang Batubara Bukit Asam. Realisasi produksi batubara oleh perusahaan ini sepanjang tahun 2018 lalu mencapai 26,36 juta ton. Besarnya volume produksi menimbulkan tantangan baru dalam hal transportasi batubara tersebut.



Konsumen penting batubara produksi Bukit Asam adalah PLTU Suralaya di Banten. PLTU Suralaya ini merupakan salah satu pemasok listrik utama di Pulau Jawa. Batu bara yang menjadi bahan bakar PLTU tersebut, selama ini sepenuhnya dipasok Bukit Asam. Agar pasokan listrik terjamin, pengiriman batubara harus terjaga. Untuk itu diperlukan alat transportasi yang baik.

Kondisi jalan lintas Sumatera dan angkutan sungai di Sumatera Selatan tidak layak, terutama pada Sungai Musi yang bisa mengakibatkan transportasi terhambat karena sedimentasi, sehingga kereta api jadi pilihan utama untuk mengangkut batu bara produksi dari PT Bukit Asam. Dari Tanjung Enim, batu bara diangkut kereta api barang ke Tarahan, seterusnya dibawa dengan kapal laut ke Suralaya. Untuk mengakomodasi volume produksi batubara yang besar maka jumlah gerbong diperbanyak dan rangkaian pun menjadi sangat panjang, karena itu kereta api pengangkut batubara tersebut dikenal sebagai kereta api batubara rangkaian panjang atau disingkat KA Babaranjang.

Keberadaan kereta api Babaranjang ini merupakan wujud kerja sama antara PT Tambang Batubara Bukit Asam dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kereta api ini diluncurkan sebagai realisasi proyek Kelompok Proyek Pengembangan Pengangkutan Batu Bara Kereta Api (KP3BAKA). Dalam proyek tersebut disepakati kereta api sebagai angkutan utama batu bara relasi Tanjungenim-Tarahan.

lampungnews
Kereta Api Babaranjang ditarik dua buah lokomotif (traksi ganda)

Saat ini maksimal gerbong yang dibawa kereta Babaranjang ini yakni 60 gerbong setara dengan 300 truk dalam satu kali perjalanan. Itu artinya kalau satu keberangkatan kereta api saja dibatalkan maka jalan raya akan dipenuhi oleh 300 truk pengangkut batubara. Tentunya ini akan sangat mengganggu pengguna transportasi selain akan merusak struktur jalan raya. Karenanya KA Babaranjang sangat penting perannya dalam transportasi batubara. PT KAI juga memikul tanggung jawab besar dalam transportasi batubara ini. Karena angkutan kereta api dari Tanjung Enim dan Baturaja menuju Pelabuhan Tarahan ini menggunakan sistem cost insurance freight (CIF). Artinya, batu bara yang diangkut merupakan tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia.

Mengingat pentingnya KA Babaranjang, operasional kereta api ini sangat diutamakan. Setiap harinya rata-rata KA Babaranjang pulang-pergi sebanyak 21 kali dari Muara Enim ke Tarahan. Setiap satu rangkaian kereta yang terdiri dari 46 gerbong atau lebih, memerlukan dua lokomotif untuk menggerakkannya secara simultan (double headed atau traksi ganda), karena rangkaiannya yang panjang dan berat. Lokomotif seri CC 202 yang digunakan masing-masing bertenaga 2250 hp untuk membawa muatan sekitar 2.300 ton batubara.



Lokomotif ini pada awalnya didatangkan pada masa PT KAI masih bernama PJKA, yakni sekitar tahun 1986 dan dibeli langsung dari Divisi Electro-Motive Division (EMD) General Motors, Amerika Serikat. Pada awalnya, CC 202 datang dengan jumlah 15 buah dan langsung ditugaskan untuk kereta api Babaranjang. Kemudian pada tahun 1990 dan 1995 diimpor lagi CC 202 berjumlah 18 buah. Dilanjutkan tahun 2001 sebanyak 4 buah. Lalu tahun 2002 sebanyak 2 buah dan terakhir tahun 2008 sebanyak 9 buah lokomotif dari EMD.

keretaapikita
Rangkaian kereta pegangkut batubara Babaranjang tengah melaju

Beberapa waktu kemudian didatangkan juga lokomotif yang lebih baru, yaitu Lokomotif CC 205. PT Kereta Api Indonesia (Persero) membeli lokomotif buatan Electro-Motive Diesel, Inc. ini untuk menggantikan beberapa tugas lokomotif CC 202 yang sudah berumur. Lokomotif ini tiba di Indonesia, tepatnya di Lampung, tanggal 26 September 2011. Tugasnya hanya dikhususkan untuk menarik rangkaian kereta pengangkut batubara Babaranjang di Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjungkarang. Dua buah lokomotif (traksi ganda) disambungkan dengan cara Multiple Unit (MU), digunakan untuk menarik rangkaian kereta Babaranjang. Lokomotif CC 205 merupakan salah satu lokomotif berteknologi modern di Indonesia. Ada total 55 unit lokomotif CC 205 yang beroperasi di Sumatra bagian selatan, dengan rincian 6 unit kedatangan tahun 2011, 44 unit kedatangan tahun 2013, dan 5 unit bonus kedatangan tahun 2014. Lokomotif CC 205 memiliki daya mesin sebesar 2200 hp.



Untuk dapat dilintasi kereta api yang panjang dan berat, tentu saja dibutuhkan juga rel yang bagus. Dari 413,6 KM panjang trek lintasan KA Babaranjang, 400 KM di antaranya menggunakan R 54. Sedangkan 13,6 KM sisanya menggunakan rel R 42. R 54 ini merupakan produk terbaik dari Kanada dan Austria, dan mampu menahan beban 18 ton. Rel R 54 itu termasuk rel generasi terbaru dan yang terbaik dibandingkan jenis rel lainnya di lintasan sepanjang Pulau Jawa.

Demikianlah sekilas tentang kereta api Babaranjang yang merupakan kereta api terpanjang yang ada di Indonesia. Kereta api yang beroperasi di jalur kereta sepanjang 420 km ini perannya sangat penting sebagai bagian dari berkembangnya industri pertambangan dan energi di negeri ini.

Tags kereta api transportasi energi industri batu bara infrastruktur
Referensi:
  1. kereta-api.info
  2. lampung.tribunnews.com
  3. www.bumn.go.id
  4. id.wikipedia.org


Video tentang Kereta Api Babaranjang, Rangkaian Kereta Terpanjang Di Indonesia






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0