phinemo

Embun Es Di Dataran Tinggi Dieng, Fenomena Alam Unik Di Negeri Tropis

DaerahKita 06/07/2019

Berada di daerah tropis membuat Indonesia tidak mengenal empat musim seperti di negara-negara subtropis. Tidak ada musim dingin di negeri ini, yaitu musim yang memungkinkan fenomena salju terjadi. Tapi tahukah Anda, ada tempat di Indonesia yang kadang mengalami cuaca ekstrem, saat suhu udara turun begitu rendah sehingga embun pagi hari bisa membeku menjadi es. Bagi Anda yang tinggal di Pulau Jawa, tidak perlu pergi jauh-jauh untuk mengunjunginya. Di tempat tersebut Anda bisa merasakan sensasi musim dingin dengan pemandangan mirip salju, berupa rerumputan dan daun-daun yang memutih akibat tertutup lapisan es. Fenomena uap air atau embun yang membeku menjadi es itu terjadi di wilayah Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.

Fenomena embun yang membeku menjadi es ini muncul lantaran udara di daerah tersebut turun drastis sehingga di bawah nol derajat Celcius. Bahkan pihak UPT Pengelola Objek Wisata Dieng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara mencatat suhu terendah di Dieng pernah mencapai minus sembilan derajat Celcius pada tanggal 24 Juni 2019 sekitar pukul 04.53 WIB. Ini membuat embun beku atau frost semakin tebal dan luas dikarenakan cuaca ekstrim tersebut.

Baca Juga:

merahputih
Spot selfie populer, kawasan pelataran Candi Arjuna yang diselimuti embun es

Embun Racun Merusak Tanaman Kentang

Oleh warga setempat, embun es ini biasa disebut sebagai “bun upas” yang artinya embun racun, karena embun yang beku itu justru menjadi racun bagi tanaman kentang milik petani setempat. Kalau terlalu sering terkena bun upas, tanaman kentang akan layu, mati dan mengering. Dampak buruk bun upas umumnya terjadi pada lahan kentang yang usianya masih di bawah 1 bulan, dan berlokasi di lahan yang datar.

Kalau lahannya berada di wilayah lembah, biasanya relatif aman, karena bun upas lebih banyak terjadi di lahan datar. Tanaman kentang yang usianya kurang dari 60 hari akan langsung mati jika terkena embun upas. Sementara jenis yang lebih tua masih bisa bertahan, namun daunnya akan berwarna coklat. Hal ini otomatis menyebabkan menurunnya jumlah produksi.

Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Bun upas yang dingin dan beku turun ke permukaan sekitar pukul 04.00—05.30 WIB. Embun yang membentuk lapisan es ini akan perlahan mencair saat terkena terik matahari. Fenomena alam ini memberikan dampak negatif bagi pertanian, embun es juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Fenomena alam embun upas yang membuat Dieng membeku berselimut es menghasilkan pemandangan unik yang menarik perhatian wisatawan. Tak heran jika kawasan wisata Dieng makin ramai wisatawan dengan adanya fenomena embun upas ini. Terutama pada bulan Juli-Agustus, puncak musim kemarau yang sekaligus bertepatan dengan gelaran Dieng Culture Festival.

Fenomena unik di dataran tinggi Dieng itu menarik antusiasme masyarakat untuk menyaksikannya. Hal ini diketahui dari laporan pemilik homestay dan toko oleh-oleh di Dieng. Sebagian dari wisatawan yang menginap kerap kali menanyakan waktu agar mereka bisa menyaksikan fenomena embun es itu. Bahkan ada juga wisatawan yang secara sengaja bermalam di dalam tenda demi menjumpai fenomena indah tersebut. Wisatawan berburu spot dan waktu yang tepat untuk diabadikan dengan berfoto-foto di kawasan yang memutih tertutup es. Tempat yang populer menjadi incaran wisatawan adalah kawasan sekitar pelataran Candi Arjuna.

kejarfakta
Uap air dan embun membeku di sekitar Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng

Penjelasan Klimatologis Terjadinya Embun Es

Ketinggian rata-rata dataran tinggi Dieng sekitar 2.000 mdpl, dengan suhu cukup dingin. Tapi bukan hanya faktor itu yang membuat munculnya embun es. Badan Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan suhu dingin sebenarnya tidak hanya terjadi di wilayah Jawa, tapi juga mencapai Nusa Tenggara. Wilayah tersebut mengalami penurunan suhu signifikan saat malam hari, bahkan mencapai di bawah 15 derajat celsius. Kondisi suhu dingin ini terjadi sebagai akibat dari adanya aliran massa udara dingin dan kering dari wilayah benua Australia yang dikenal dengan aliran monsoon dingin Australia. Monsoon Asia pada dasarian III Juni diperkirakan tidak aktif, sementara monsoon Australia diperkirakan lebih kuat dibanding normalnya.



Secara klimatologis, monsoon dingin Australia aktif pada periode bulan Juni, Juli, hingga Agustus yang berpotensi mengurangi peluang pembentukan awan dan hujan di wilayah Indonesia khususnya bagian selatan. Kondisi ini tidak berkontribusi terhadap penambahan atau pengurangan awan konvektif di wilayah Indonesia dan bulan-bulan tersebut merupakan periode puncak Musim Kemarau di wilayah Indonesia selatan ekuator.

Desakan aliran udara kering dan dingin dari Australia ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih dingin, terutama pada malam hari dan dapat dirasakan lebih signifikan di wilayah dataran tinggi atau pegunungan. Dataran tinggi menjadi dingin secara cepat akibat kehilangan radiasi. Oleh sebab itu, di puncak gunung bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan di lembah. Udara yang lebih dingin memiliki densitas (kerapatan udara) yang lebih besar kemudian akan mengalirkan udara ke lembah (catabatic flows). Udara dingin yang mengalir ke lembah secara signifikan mempercepat laju kondensasi uap air atau embun yang ada di permukaan, hal inilah yang dikenal sebagai embun es atau frost, seperti yang terjadi di Dieng.

tempo
Wisatawan berkemahh di sekitar perkebunan yang diliputi embun es. Mereka menanti momen indah munculnya embun es.

Kondisi sebaliknya terjadi pada saat musim hujan atau peralihan atau pancaroba. Biasanya suhu pada malam hari akan menjadi lebih panas karena uap air di atmosfer cukup banyak akibat banyaknya pertumbuhan awan. Lapisan awan tersebut akan menahan pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer. Hal tersebut menjadikan atmosfer menjadi semacam "reservoir panas". Akibatnya suhu udara permukaan bumi menjadi lebih hangat di musim penghujan.



Kesimpulan

Nah kini kita tahu kaitan antara musim kemarau dengan cuaca dingin di dataran tinggi Dieng. Singkatnya, kondisi musim kemarau dengan cuara cerah membuat atmosfer memiliki tutupan awan sedikit saja di Indonesia bagian selatan, yaitu sekitar wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara. Awan yang sedikit itu memaksimalkan pancaran panas dari bumi ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu permukaan bumi akan lebih rendah dan menjadi lebih dingin dari pada biasanya. Kondisi suhu dingin akan lebih terasa dampaknya seperti di dataran tinggi Dieng ataupun daerah pegunungan lain, sehingga dapat menyebabkan terbentuknya embun beku. Dan ini terjadi periodik setiap tahun terutama di puncak musim kemarau di bulan Juli-Agustus, walaupun tidak terjadi setiap hari. Datanglah berkunjung pada bulan-bulan tersebut jika ingin berburu indahnya fenomena es di Dataran Tinggi Dieng. Selamat berlibur!

Tags embun es alam wisata unik dingin sainstek sains geografi
Referensi:
  1. www.msn.com
  2. www.liputan6.com
  3. www.tribunnews.com
  4. www.republika.co.id
  5. jatim.sindonews.com
  6. regional.kompas.com






Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0