petrominer

Energi Surya, Solusi Listrik Daerah Terpencil Di Perbatasan Kalimantan Utara

DaerahKita 15/06/2019

Indonesia memiliki banyak potensi renewable energy atau energi baru dan terbarukan (EBT). Pembangkit listrik di Indonesia bisa memanfaatkan potensi alam yang ada, seperti energi panas bumi, energi angin, tenaga air, energi gelombang laut, dan tentu saja energi surya. Semua itu merupakan energi yang ramah lingkungan yang tersedia di alam. Daerah bisa memanfaatkan sumber energi sesuai kebutuhan, kondisi, dan ketersediaan di wilayahnya masing-masing.

Negara kita berada di garis khatulistiwa, sehingga sinar matahari tersedia sepanjang tahun, dengan durasi yang cukup panjang setiap harinya. Sebagai sumber energi terbarukan yang melimpah, energi surya sangat potensial dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di berbagai tempat karena hampir di setiap wilayah Indonesia, sang surya bersinar terik. Tentu saja termasuk di remote area (daerah terpencil) seperti di perbatasan, di mana akses untuk pembangunan cukup sulit.

Untuk itu, Kalimantan Utara, sebuah provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia mulai menggunakan energi surya untuk sumber pembangkit listrik atau disebut Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa titik di wilayahnya. Dengan teknologi Solar Cell atau Solar photovoltaic (PV), pembangunan kelistrikan di kawasan terpencil lebih mudah direalisasikan. Kendala akses jalan, pembebasan lahan, penyambungan jaringan dengan sumber pembangkit yang ada di wilayah lain, dan sebagainya bisa diminimalisasi.

tarbiyatul
Prinsip kerja sederhana PLTS

Lalu bagaimana caranya sinar matahari bisa diubah menjadi energi listrik oleh Solar PV? Secara singkat bisa dikatakan, Solar PV adalah metode pembangkit listrik dengan mengubah radiasi matahari menjadi listrik arus searah (Direct Current atau DC) menggunakan semikonduktor. Perubahan dari energi sinar matahari menjadi energi listrik oleh semikonduktor ini disebut efek fotovoltaik. Karena itu, Solar PV termasuk jenis photodioda. Solar PV atau sering disebut Solar Panel atau Panel Surya, terdiri dari sejumlah sel surya berupa semikonduktor yang mengandung bahan atau material fotovoltaik, yaitu bahan yang tersusun dari silikon monocrystalline, siliconpolycrystalline, silikon amorf, telluride kadmium, dan tembaga indium galliumselenide/sulfida.

Listrik arus DC yang dihasilkan oleh Solar cell (PV) dari sinar matahari, dapat langsung digunakan untuk peralatan listrik DC atau untuk mengisi ulang baterai. Awalnya aplikasi praktis fotovoltaik adalah menyediakan energi listrik untuk satelit yang mengorbit, pesawat ruang angkasa, dan lainnya. Namun sekarang sebagian besar modul fotovoltaik digunakan untuk pembangkit jaringan listrik tersambung seperti PLN. Dalam hal ini inverter diperlukan untuk mengkonversi arus DC ke arus AC (Alternating Current), sehingga listrik yang dihasilkan bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti televisi, lampu penerangan, komputer, dan lain-lain.

petrominer
Salah satu PLTS di Kalimantan Utara

Hal seperti itulah yang diaplikasikan di Kalimantan Utara. Memanfaatkan teknologi panel surya untuk menyediakan listrik ke jaringan listrik menuju rumah-rumah warga di kawasan terpencil. Saat ini fasilitas listrik dari PLTS telah terpasang di sejumlah remote area di Nunukan, diantaranya Sebuku, Sembakung, Lumbis, Ogong dan Krayan. PLTS ini mampu memenuhi kebutuhan sekitar seribu kepala keluarga yang berdomisili di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia itu, di mana satu keluarga kira-kira membutuhkan sekitar 6 ampere daya listrik.



Salah satu contoh adalah PLTS yang terpusat di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). PLTS terpusat ini telah beroperasi sejak Desember 2018 dengan kapasitas 75 kilo Watt (kW) dan dapat menerangi sekitar 144 rumah, selain juga fasilitas umum seperti mushala, sekolah, dan kantor desa. Masing-masing rumah memperoleh daya 220 Watt dengan batasan penggunaan sebesar 600 Watt Hours selama 24 jam. Sementara khusus fasilitas umum batas maksimal penggunaan sebesar 800 Watt Hours per 24 jam.

tempo
Instalasi solar panel (Solar PV) di PLTS Desa Liagu kapasitas 30kWp

PLTS juga telah dibangun di Dusun Antal, Desa Salimbatu, Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. PLTS komunal ini memiliki kapasitas 15 kWp (kilo-Watt peak) dengan modul panel surya terpasang sejumlah 75 unit. Listrik yang dihasilkan panel surya adalah 260 watt-peak/unit sehingga daya totalnya adalah 15 kWp. Listrik tersebut digunakan untuk memasok 96 rumah tangga dan 5 unit fasilitas umum dengan saya persambungan sebesar 300 Watt. Sebelumnya dua desa di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, juga telah memiliki PLTS komunal, yaitu PLTS komunal Dusun Siandau di Desa Liagu yang berkapasitas 15kWP, dan PLTS komunal Desa Liagu, dengan kapasitas 30 kWp.

Banyak manfaat dari pembangunan PLTS, terbukti dari apa yang sudah diterapkan di Kaltara. Tenaga surya ini juga telah mendominasi energi baru dan terbarukan di beberapa negara dan menjadi solusi praktis karena teknologi yang diterapkan mudah diaplikasikan. PLTS juga bisa mengurangi biaya operasional yang signifikan, hingga 50-70 persen lebih murah daripada diesel. Dengan demikian, solusi listrik dari sinar matahari ini punya prospek yang baik untuk terus dikembangkan pemanfaatannya di seluruh Indonesia.

Tags listrik energi PLTS sainstek teknologi industri
Referensi: Dari berbagai sumber





Semua Komentar
    Belum ada komentar
Tulis Komentar

Upah Minimum Provinsi (UMP) Terbaru

UMP 2019 Hasil Pencarian
UMP 2018 Hasil Pencarian
Kenaikan (%) Perubahan

Game Suwit Jawa v2.0